Sunday, June 18, 2017

Permintaan Lebaran

Semester ini hampir berakhir dan ada banyak cerita yang gue lalui, darimulai mengenal teman disekitar gue dengan lebih baik lagi, perjuangan kelas siang disaat gue maunya kelas pagi, kerjaan yang mendadak naik level, kejutan mental yang datang bertubi-tubi dan pelajaran-pelajaran hidup yang gak ada abisnya.

Refleksi gue semester ini adalah bahwa tiap orang punya perjuangannya masing-masing dan hidup itu sebenernya berjuang melawan diri sendiri. Mau nyerah atau terus maju. Mau marah atau berlapang dada. Mau kecewa atau mau berefleksi. Mau berusaha atau mau diam dan menunggu.

Tingkat perjuangan itu relatif dan yang pasti, gue diingatkan bahwa hidup gue masih banyak rahmatnya. Masih banyak hal-hal yang harus disyukuri, daripada diratapi.

Gak mudah, tapi gue senang. Gue bersyukur.

Nah, kali ini gue punya request khusus. Gue butuh bantuan teman-teman untuk berbagi. Gue sadar, orang Indonesia itu baik hati dan suka sekali berbagi. Tapi masih cenderung kebanyakan mikir atau penuh mager. Atau sesimpel ragu. No. Perubahan dan kontribusi itu dimulai dari titik terkecil. Gak perlu besar, gak perlu nanti.

Saat ini gue lagi concern banget sama pendidikan di daerah-daerah yang terbatas. Nah coba deh lo liat dua kampanye untuk bantu di Morotai dan di Sungkung, Kalimantan Barat.

Gue selalu sedih dengan kualitas sekolah di daerah terpencil. Anak-anak ini gak minta dilahirkan di lokasi geografis yang salah. Kalau aja mereka di kota, seengganya baca tulis sudah jadi hak mereka. Sama klasiknya, anak-anak ini nanti penerus bangsa. Mereka adalah orang Indonesia yang mungkin belum tahu, apa sih blessing jadi orang Indonesia. Indonesia juga milik semua, bukan cuma orang Jawa atau orang Kota atau orang Islam - nada-nada mayoritas di negeri ini.

Jadi kalau memang ada rejeki lebih, sebarang 10ribu 20ribu, ikutlah berkontribusi. Jangan pikir "apa sih arti uang segitu?"
Untuk sebuah perubahan, rupiah yang sepele itu besar maknanya. Saat ini donasi juga sudah dimudahkan caranya. So jangan jadi anak bangsa yang penuh mager. Ga malu sama temen-temen yang harus jalan kaki ke sekolah, bahkan terkadang pake nyebrang sungai/laut?

Mau mengingatkan perkataan klasik,

"Gak ada orang yang jatuh miskin karena memberi"

Terima kasih teman-teman!

P.S: gue juga punya fundraising sendiri buat YLS17 di bit.ly/supportyls17 tapi gue merasa isu yang gue sebutkan diatas jauh lebih penting dari sentimen pribadi yang gue punya untuk YLS.

No comments:

Post a Comment