Too much distraction disaat harusnya gue fokus dengan tujuan gue ngejar universitas impian. Well, you only live once does apply sih, but now I feel guilty because I had so much fun. Tapi mau gimana dong... Dilematis loh. Coba kalo ga jalan-jalan, kapan have fun-nya? Coba kalo ga ikut pergi, sendirian di rumah, kapan ketemu lengkap-berempat dan spesial untuk occasion senang-senang?
Butuh pengorbanan sih, seperti sekarang. H-8 jam UKK, belum hapal materi. Baru baca asal ngerti, belum didalami.
Seemed that I ruined my own ideal schedule.
Disaat harusnya istirahat, malah nunggu flight.
Disaat harusnya belajar, malah foto-foto, belanja dan keliling kota.
Dan disaat-saat terakhir harusnya mempersiapkan diri buat ujian, malah menyiapkan segala kebutuhan liburan berikutnya. No intention of showing off, sekarang gue ngerasa kehilangan arah dan prioritas.
Apa perlu pasang iklan di JobStreet, "Butuh navigator hidup, diutamakan pria tampan, status single, wajah memadai-minimal mirip Nichkhun, untuk mengarahkan remaja wanita ke jalan yang benar"?
Gilakkk :))
But no matter how hard your life is, just try to make faces and piss off the challenges.
![]() |
| korban beratnya hidup yang menyaingi berat badan |

No comments:
Post a Comment