Udah hampir 3 bulan kerja, gue baru mengalami hari dimana gue kesel dan setengah teriak ke manager di kantor. Dia ga salah apa-apa, gue yang terlalu emosi. Tapi dari pengalaman hari yang capek (biasanya santai banget) ini, gue belajar banyak dan diingetin betapa langkanya punya boss besar yang bijak di kantor.
Manager gue lagi ngolah data keuangan bulanan. Ada satu temuan yang mengganjal. Satu akun (akun dalam akunting) menunjukkan trend penurunan, disaat harusnya mengalami kenaikan. Dia butuh tahu apa alasan akun ini malah turun, secara logika, harusnya naik. Untuk tahu alasan ini, gue harus koordinasi dengan team Indonesia dan cari tahu. FYI, boss gue semua orang asing yang minim Bahasa Indonesia, dan ga bisa technical English.
Permasalahannya dimulai dari fakta bahwa gue gatau ini akun apa, darimana dapetnya, harusnya trendnya seperti apa. Gue ga paham arah. Manager ini punya kebiasaan sangat keren buat menjelaskan background dengan sangat jelas dan runtut. Misal, pertanyaannya "Apa alasan susah dapet taksi disaat hujan?"
Dia akan mulai dari penjelasan kalau di Jakarta itu orang pake aplikasi untuk cari taksi. Ada aplikasi untuk taksi biasa, ada aplikasi untuk ride-sharing lokal. Terus taksi di Jakarta itu ada sekian perusahaan. Secara harga, taksi beroperasi pakai argo, kalau ride-sharing pake dynamic pricing. Terus cara booking in advance kalau pake app X, minimal sejam sebelum, sedangkan di app Y bisa 20 menit sebelumnya, cuma ga diprioritaskan buat dapet duluan. Kalo ujan, udah pake semua app pun tetep susah. Padahal jumlah taksinya banyak, supir aplikasi juga dapet insentif karna dynamic pricing. Jadi kenapa susah banget dapet taksi pas hujan? Hipotesanya bisa penggunanya yang lebih banyak, atau supirnya yang berkurang karena macet, yang mana yang lebih tepat?
Detail dan lengkap banget, kan? Manager ini emang bagus banget dalam menjelaskan sesuatu. Ga pernah sekalipun gue dapet perintah, tanpa penjelasan background yang lengkap.
So gue kira, oke gue dah dapet gambarannya. Gue bisa bertanya ke team Indonesia, bermodal penjelasan yang jelas. Tapi isunya sangat teknikal akunting dan hitungan khas industri. Gue dapet penjelasan dari team Indonesia yang gue paham dan bisa terjemahkan, tapi gue ga punya kemampuan untuk menilai apakah penjelasannya logis, rasional, runtut dan lengkap. Simply karena pemahaman yang dangkal.
Gue kembali ke Manager buat menerjemahkan info yang gue dapet. Manager ini merangkum info yang gue sampaikan di papan tulis, sambil berpikir verbal (nulis sambil ngomong). Dia minta gue konfirmasi, pemahaman dia bener atau ngga. Ditengah-tengah, dia bilang dengan sangat santai dan santun "Alira, iya ini bener. Tapi yang gue butuh tuh WHY sama data yang support WHY ini. Gue mau angka dan alasan spesifik kenapa ini turun. Cara ngitungnya gimana, kok bisa turun gini?"
Gue setengah teriak karna gue merasa gue sudah menjawab hal tersebut berkali-kali. Gue merasa gue jawabannya sudah dicover sebelumnya dan ga ada yang bisa kasih tau gue info yang lebih detail lagi. Dia ga marah atau kaget sama suara gue yang naik, dia cuma bilang "Tetep harus kita cari cara ngitungnya, kalo gak, ini ga selesai. Pusat minta. Di pusat, dapet hitungannya tuh bukan hal yang sulit. Disini ternyata tantangannya banyak ya. Komunikasinya susah, terus kita gatau PICnya siapa dan apa dia paham maunya kita."
Gue yang lagi capek mental pun cuma berjanji buat tanya sekali lagi. Gue yakin jawabanya akan sama: ga ada yang tau dasar hitungannya, karena semua otomatis dari sistem. Gue juga susah terima, tapi itu kenyataannya.
Hal ini terjadi di pagi hari, disaat boss besar lagi ga ada. Saat jam makan siang bersama boss besar, Manager ini report ke boss besar soal hambatan yang terjadi. Dia bilang "Dah dicari tahu, tapi belom dikasih data jelas yang bisa membuktikan hitungannya. Mau dicari cara hitungnya seperti apa, katanya ga ada yang tahu. Alira dah coba ke tim yang kita rasa tahu, katanya bukan mereka yang handle."
Manager sama sekali ga menaruh beban atau menyalahkan gue, dan boss pun ga komen banyak. Tapi setelah makan siang, saat semua orang udah santai dan better mood, boss besar nanya gue.
"Alira, kamu paham bedanya akun A dan akun B?"
"Baru tadi pagi bisa paham"
"Sebelumnya gimana?"
"Tau, tapi ga paham konsep. Saya susah buat komunikasi sama team Indonesia, karena akun A dan akun B itu diterjemahkan sebagai satu kata yang sama di Bahasa Indonesia"
"Oh? Apa namanya?"
"Namanya panjang, mereka pake singkatan XXXX. Saya dah bilang, saya mau tau kenapa akun A turun, disaat akun A harusnya naik. Terus saya disuruh refer ke akun B. Saya pusing menjelaskan saya ga sedang mencari info soal akun B, tapi saya butuhnya akun A. Tapi karena kosakatanya sama, mungkin komunikasinya salah ditengah."
"Kamu tau ga akun A dan akun B itu cara ngitungnya gimana?"
"Ngga tau."
Beliau berdiri dan langsung menuju papan tulis buat menjelaskan soal cara menghitung akun A. Di momen itu gue bener-bener kagum dan tersentuh. BUKAN karena beliau mau menjelaskan kaya dosen, itu sih my prev boss would've done it sooo much better. Tapi karena gue paham objective tersirat dari beliau yang tiba-tiba buka kelas privat pemahaman level sangat dasar ini.
Beliau tau bottle neck yang bisa dia kontrol itu gue, meski beliau ga liat apa yang terjadi di pagi hari dan ga ada yang ngadu soal gue. Beliau tau, gue ga bisa jadi messenger yang baik, karena gue ga paham betul. Beliau ga bisa rubah sistem, tapi beliau bisa mengusahakan penyampaian dengan cara lain yang mungkin akan kasih hasil yang berbeda. Tujuan utama dari penjelasan beliau juga bukan buat bikin gue paham cara menghitung akun, tapi buat memastikan gue paham WHY is this information IMPORTANT to us. Beliau ga perlu emphasize berkali-kali soal level of importancenya, tapi gue dapet messagenya kenapa gue harus kontak lagi team dan PIC, meski mungkin mereka dan gue udah sama-sama capek.
Disitu gue terkagum-kagum sama leadership dan wisdom level beliau. Penjelasan Manager jauh lebih lengkap, tapi Manager ga melihat keharusan untuk membuat gue tahu kenapa kontribusi gue diperlukan, dan ga pernah bilang kenapa memahami akun ini penting selain "karena ditanya kantor pusat" - gue nangkepnya ya sekedar buat laporan.
Boss besar pake approach lain. Akun ini penting karena ini adalah informasi inti bisnis dan gue paham kenapa kita harus tau. Boss besar juga berhasil refocus perhatian gue, dari "mencari jawaban karena diminta" ke "cari tahu, karena ini untuk kelangsungan kita". Gue jadi tahu kenapa penting, gimana cara carinya, lalu apa hasil yang diharapkan kalau kita berhasil solve hal ini. Beda banget kan.
Wah... bener-bener moment of enlightenment. Dengan approach yang tepat, gue bisa senang hati berkontribusi, dengan cara yang tepat, meski tasknya susah.
Hari yang berat di kantor ini sukses bikin gue berefleksi bagaimana leader yang baik ga harus loud dan karismatik. Gue juga merasa sangat dihargai, karena ga ada satu kalipun gue disalahkan karena belum maksimal. Gue dibimbing biar bisa memberikan hasil yang diinginkan. Tetep capek, tapi kerasa worth it karena banyak pelajaran yang bisa diambil. Hopefully one day, gue bisa membuat team gue merasakan hal yang sama.