Udah seminggu kerja di tempat baru. Isinya kelewat bahagia tiap hari, karena atmosfir kerja lebih baik dari ekspetasi dan menenangkan hati. Gue disini project-based dan baru akan review ulang status kepegawaian saat project udah kelar, jadi ga ada probation atau resiko dipecat tengah jalan tanpa kompensasi. So gue merasa lebih tenang untuk bercerita.
Gue udah cerita sedikit di post sebelumnya soal proses dapat pekerjaan ini. Sekarang gue punya fuller picture.
Berburu Lowongan
Gue tiap hari buka linkedin dan jobstreet, kecuali pas masuk rumah sakit. Gue merasa harus selalu update sama lowongan yang dipost dalam 24 jam terakhir. Gue juga agresif buat chat recruiter atau talent acquisition untuk lowongan yang gue beneran minat atau jadiin top priorities. Gak sampe disitu, gue sangat proaktif minta referral ke perusahaan dimana gue punya LinkedIn Connection (baik hubungannya dekat maupun ga dekat) dan perusahaan tempat teman-teman gue bekerja.
Konsepnya bukan "eh titip CV ya kalo ada yang kosong" gitu ya. Tapi gue lihat dulu lowongan yang sedang buka di perusahaan tersebut, lalu tanya ke koneksi disitu "Ada jalur internal referral ga ya?"
Kalo memang ada dan mereka berkenan, gue akan kasih link lowongan yang gue inginkan dan CV gue atau data lain yang diinginkan. Gue belom pernah mengalami penolakan dengan jalur ini kalo kenal langsung. Yang susah kalo gue via koneksi orang lain ya, ga semua orang familiar dengan internal referral dan kadang enggan memanfaatkan hal tersebut. Gapapa juga sih.
Plot twistnya adalah... Lowongan pekerjaan gue sekarang malah gue dapatkan dari... Group Kakaotalk untuk Korean<>Indonesian speaker. Pekerjaan ini emang menuntut skill Bahasa Korea. Gue sebenernya ga pengen lagi berkarir di K-corp, tapi ternyata rejekinya masih dari situ.
Apply
Gue tipe orang yang mengutamakan speed. So, gue ga pikir panjang kalo liat lowongan. Gue akan siapkan dokumen sesegera mungkin dan kemudian apply. Siapin dokumen maksudnya apa? Tulis resume yang tailored khusus untuk lowongan tersebut. Gue punya berbagai versi resume, tergantung posisi yang gue apply.
Plot twist lainnya adalah... Gue ga bisa siapin tailored resume untuk pekerjaan gue sekarang, karena posisinya gue melihat lowongan tersebut saat gue lagi ada di Ambon tanpa laptop. Gue bahkan ga bisa memenuhi salah satu dokumen yang diminta, tapi tetep, coba dulu.
Timing & Fate
Ini sih gue rasa ditangan dan kuasa Tuhan. Pekerjaan gue yang sekarang lowongannya datang disaat gue lagi sibuk dan ga siap. Tapi prosesnya kelewat lancar. Gimana maksudnya?
Lowongan pekerjaan gue saat ini di post tanggal 10 Desember jam 17.02 sore WIB atau 19.02 WIT sesuai lokasi gue. Deskripsi pekerjaannya sangat panjang, lebih dari 3 screen iPhone dan Hangeul semua (yha, kata chatgpt total 2,501 characters). Perusahaannya cukup dikenal di Korea, tapi ntah apa lah reputasinya di Indonesia. Gue stop dan fokus baca keseluruhan penjelasan secara detail. Tau apa impression gue?
WOW yang nulis detail banget, pasti user atau leadernya langsung. Ga mungkin bawahan bisa tulis sedetail ini DAN dapat approval leader buat upload panjang lebar begini.
Kesan berikutnya: this is just like what I am looking for? Mereka cari Korean speaking talent level Advanced dengan background Financial Services dan PMO. I sincerely hated my PMO experience, but I admit it is handy.
Tentu dengan jiwa ppali ppali alias cepet-cepet gue, gue langsung mau apply. Tapi gue ga bisa memenuhi persyaratan dokumen yang diminta. Mereka minta 3 set dokumen, yang pertama Korean-English CV atau Korean-Indonesian CV, free format dan tidak wajib dengan foto. Kedua, self introduction khas Korea, dalam Bahasa Korea, panjang 1 halaman A4. Terakhir, sertifikasi kemampuan bahasa, jika ada.
Gue cuma punya English resume, itu pun gak tailored seperti yang biasanya gue submit. Gue bisa pilih dari beberapa versi yang gue punya, tapi jujur belom ada yang untuk "Korean speaking financial service talent" saat itu. Gue gak sanggup tulis Korean style CV dan gamau juga. Selain itu, gue juga ga bawa laptop untuk tulis self-introduction in Korean.
Gue belom pernah diterima apply kerja dengan Korean style CV dan self-introduction...
TAPI tetep tembak aja. Gue merasa profil gue cukup unik untuk bisa memenuhi demand dari lowongan ini. Kok bisa pede? Deskripsinya kan ditulis dengan sangat detail. Gue bisa lihat langsung bagaimana gue berkontribusi dari penjelasan tersebut.
Self Appeal
Gue kirimkan lah email untuk apply. Agak aneh, domainnya gmail. Tapi namanya udah jatuh hati, gue gas aja. Email gue terkirim jam 17.31 alias 29 menit sejak post lowongan di upload. Ini loh bukti speed ppali ppali gue jir.
Gue menulis cover letter di email dengan jujur.
I am Alira and I came across the vacancy on the Kakao group. I am writing to apply for the position for [xxx]. First of all, I appreciate the detailed job description. I am very happy to discover a position which is aligned with what I am looking for in a financial service company.
Ditutup dengan confession.
I have recently quitted my last job at a Korean startup due to the Company’s financial situation and operational strategy, thus my notice period is relatively short. My last drawn salary is beyond IDR [xxx] per month, and I am currently looking for opportunity exclusively in financial service industry or financial planning role with minimum matching my last annual salary. I am aware that you are expecting self introduction in Korean or 자기소개서 but I am currently traveling in East Indonesia with no access to laptop until Monday, December 15. Should I pass the document screening, I would be sure to attach it.
Gue berani langsung sebut gaji, karena di deskripsinya sudah ditulis spesifik: "gaji MINIMUM xxx, bisa nego upward atau lebih". Ga akan dinego lebih rendah. Lowongan yang sangat Korea ini ditulis deadlinenya tanggal 13 Desember. Gue follow up tanggal 11 Desember dengan hasil TOPIK baru gue. Gue gatau seberapa ppali ppali kecepatan screening mereka, but saat itu gue yakin pelamarnya ga akan banyak yang memenuhi syarat atau kriteria dasar yang diminta.
K-Speed
Tanggal 15 siang, gue dapat whatsapp undangan interview. Pesannya dalam Bahasa Inggris. Good feeling langsung, oh ini bossnya bisa Bahasa Inggris muahaha. Gue gak diminta dokumen yang gue belom sertakan. Beliau langsung bertanya availability terdekat gue. Berhubung gue baru reschedule pesawat pulang gue karena interview lain dan cuaca buruk, gue bilang gue baru balik dari Ambon tanggal 17 (Rabu), dan available setelahnya. Langsung deh dijadwalkan untuk interview offline tanggal 18 (Kamis).
As expected, K-speed itu super fast.
Persiapan Interview
Boss gue mengirimkan arahan interview. PANJAAAAAANG banget kaya job desc diawal, tapi bener-bener beda dan ga mengulang apa yang udah ditulis di jobdesc. Beliau menjabarkan maksud dan tujuan interview, bagaimana penyelenggaraanya (apa yang akan ditanya, kemana arahnya), apa yang diharapkan dan dijanjikan, apa yang harus gue lakukan. Section favorit gue adalah "Corporate Culture & Atmosphere", dimana disitu dijelaskan mereka mencari bukan sekedar Korean speaker, tapi partner untuk bekerjasama. Bisa aja terkesan cliche, tapi melihat bagaimana mereka berkomunikasi secara keseluruhan, gue sangat tersentuh. Gue juga dikirimin materi investor relations perusahaan edisi terakhir. Gue... baru pertama kali dapet guideline interview sedetail ini.
Ga terlalu kaget sih, gue pernah menyiapkan hal serupa saat gue masih di rekrutmen. Ini K-style. Tapi ga sedalem ini juga jir.
Jujur gue bener-bener punya kesan positif dan berusaha menyiapkan semua. Tapi karena waktu traveling dan jadwal interview-interview lain yang ga berhenti (total ada 4 interview diantara waktu kontak pertama sampai hari H), persiapan gue ga semaksimal yang gue mau.
Di hari H gue mendapat whatsapp konfirmasi lagi dari bossnya, ga ada perubahan. Gue berencana berangkat awal, apa daya, ada interview dulu sebelumnya dan hujan juga. Jadilah gue datang super mepet.
Interview dan Hasil
Interviewnya berbentuk... Panel. 1 orang kandidat, diwawancara di ruang meeting bersama 3 user expat dan 2 team lokal (HR & Bisnis). Jadi bayangin, gue sendirian dihadapkan 5 orang. Bahasa yang digunakan harusnya Indonesia dan Korea. Tapi gue mau meminimalisir waktu bengong di kedua belah pihak, jadi gue arahkan untuk Korea dan Inggris (yes, pas gue ngomong Bahasa Korea, team Indonesia ga paham sih. Tapi ga berlaku sebaliknya). Dengan cara ini, gue ga perlu mengulang pertanyaan seperti self-introduction atau basic work attitude gue.
Ada beberapa kesan mendalam. Pertama, tidak ada yang keluar dari guideline interview. Semua berjalan sesuai instruksi yang gue terima. Kedua, expat atau calon boss-boss gue ini sangat jujur terhadap kesan mereka. Boss tertinggi menyampaikan concernnya secara terbuka, kegalauan untuk rekrut gue bukan karena kemampuan gue, tapi karena galau personality dan arah karir gue yang mungkin akan merasa pekerjaan ini membosankan.
Gue sangat jujur saat interview, jadi beliau pun langsung bisa membaca gue secara tepat. Observasi ini akurat, gue juga merasa pekerjaannya akan membosankan diawal. Tapi, seperti yang disampaikan salah satu anak buahnya kala itu, "Saya merasa periode awal yang membosankan bisa dipakai sebagai waktu belajar untuk Alira."
I wholeheartedly agree. Gue ga berencana buang-buang waktu, gue pengen mendalami bidang baru ini. Gue pengen belajar ini itu. Kemudian boss tertinggi pun menanggapi, "Kalau memang keinginannya belajar hal lain, itu masih termasuk dalam kuasa saya kok. Saya lihat orang disini ga banyak yang bisa multitasking, tapi kalau kamu bisa, saya dengan senang hati mendukung kamu cobain kerja di bidang-bidang lain juga selama disini."
Gue sangat happy dengernya. Kita saling paham apa yang kita mau. Tujuan untuk saling mengevaluasi kecocokan satu sama lain dalam bekerjasama benar-benar tercapai. Selain itu, arah pertanyaannya juga di desain untuk mengenal gue lebih dalam. Gue sering dapat feedback personality gue sangat strong (I do not deny), dan ada titik dimana gue ditanya MBTI gue apa, setelah gue menjawab pertanyaan situasional.
Durasi interviewnya pas sejam. Gak kerasa karena pertanyaannya banyak ye. Menjelang akhir, gue ditanya gaji terakhir dan harapan gaji, langsung di depan semua orang (in Korean sih). Terus boss tertinggi bilang beliau akan kabari hasilnya dalam minggu itu juga. Gue ragu dan bilang "Sekarang Kamis loh, jadi besok?"
Beliau mengiyakan. Beliau bilang mau ambil keputusan cepat. Tapi melihat kekagetan gue, diralat dan bilang "Yaudah saya pikirin sampe Minggu"
"Bapak weekend kerja????" tanya gue dengan polosnya.
"Ngga sih, maksudnya saya bisa finalisasi weekend."
Disini anak buahnya memotong dan bilang "udah lah Senin aja, tar Alira nungguin weekend, malah dia ga tenang."
Gue percaya lebih cepat lebih baik, tapi... gue ga nyangka aja bisa secepat itu. Disitu gue beranggapan gue adalah kandidat pilihan pertama mereka secara dokumen. Jika gue bukanlah orang yang mereka cari setelah interview, baru mereka akan interview kandidat urutan kedua. Gue inget gue mengabari teman-teman gue begitu selesai interview "Gue jadi pengen masuk sini loh. Orang-orangnya terlihat professional, feelingnya bagus dan chemistrynya ada. Kayanya seru deh, padahal gue ga pengen K-corp"
Overall, kesannya sangat positif. Setelah itu, secara tidak mengejutkan dan sesuai janji awal, hasil keluar secara tidak formal 1 hari setelahnya. Gue dikontak sama boss besar yang mengurus kepegawaian, bukan user. Gaji ga di nego. Diiyakan begitu saja. Harapan gue angka yang gue minta itu gross, malah dikasih nett, jadi naik hampir 20% dari perkiraan gue.
Kegalauan
Gue gak sepenuhnya happy. Gue galau. Pekerjaan ini bukan pilihan utama gue, meski gue sangat tersihir dengan attitude orang-orang yang gue temui dalam proses rekrutmen. Sangat professional, good vibe dan tipe pekerjaannya adalah pekerjaan yang bisa kasih gue kesempatan belajar banyak. Masih sangat K-corp style, tapi kesan "educated" dari team expatnya jadi sangat berarti setelah banyak ketemu boss-boss gila sepanjang perjalanan cari kerja.
Jadilah gue menggunakan weekend untuk bertanya ke semua orang, terutama sunbae (mentioned on my last post) gue, apakah bagus ya kalo gue join perusahaan ini?
Sunbae gue langsung telpon gue setelah gue whatsapp pros n cons pilihan yang gue punya. Beliau sangat memahami kepribadian gue dan berkata pilihan masuk ke perusahaan ini bawa extreme pros and cons. Beliau support gue untuk kesini, karena merasa gue bisa belajar banyak hal dalam waktu singkat dan gak akan bosenan (beliau percaya gue orang yang cocoknya kerja dinamis). Tapi disisi lain, beliau inget gue sebagai SJW work life balance. Beliau kasih warning: kerja sama K-corp dan dibidang ini, gue harus rela kehilangan work life balance.
Gue gak terlalu khawatir dengan work life balance. Gue lebih khawatir karir ini agak melenceng dari rencana awal gue dan gue masih takut balik ke K-corp. Takut kesel dengan hirarkinya lagi. Gue juga sadar attitude gue kan jauh dari K-style, gue kurang pandai bersosialisasi formal dalam lingkungan kerja, ga minum, ga makan banyak hal. Jadi banyak barriernya.
Setelah galau berkepanjangan dan konsultasi dengan banyak orang, akhirnya gue memutuskan untuk memilih perusahaan ini.
First Week Impression
Sangat positif dan penuh syukur. Beneran jauh lebih baik dari ekspetasi. Ini perusahaan ketiga gue dalam 2 tahun terakhir, dan kali ini gue merasa sangat tenang dan tidak ada elemen surprise sama sekali.
More on this later.