Monday, March 23, 2015
Rest In Peace, Lee Kuan Yew
Hari ini benar-benar menyedihkan. Dunia kehilangan salah satu pemimpin terbesar modern Asia. Saya memang tidak hidup dijaman beliau masih memimpin dan saya juga bukan warga Singapura, tapi saya turut merasakan kesedihan yang mendalam.
Bagi saya, Lee Kuan Yew adalah penulis dan pemimpin yang paling saya kagumi. Saya menemukan ketulusan didalam keteguhannya dan kepedulian didalam aroganismenya. Saya merasa sepaham dengan beliau melalui banyak kutipan dari buku-bukunya. Saya bahkan mengira saya jatuh cinta pada politik semata-mata karena saya terpikat oleh tulisan beliau.
Karya-karya Lee Kuan Yew, baik dalam buku maupun dalam membangun negeri Singapura, akan terus dikenang masa. Pilu rasanya mengingat Lee Kuan Yew harusnya bisa menghadiri SG50 yang tinggal 5 bulan lagi. Negeri yang dulu hanya sarang imigran dan petani miskin kini menjadi pionir ekonomi Asia Tenggara. Lee Kuan Yew harusnya menjadi highlight National Day Parade SG50. Harusnya...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment