I honestly don't get the PTN craze. Apakah tidak lolos SNMPTN, SBMPTN dan jalur tes mandiri membawa malu nama keluarga? Apakah kebahagiaan dan jaminan masa depan memang betul-betul bersumber dari diterimanya seorang siswa ke PTN yang mempunyai nama besar?
Apa yang salah dengan memilih universitas sesuai minat, bakat dan kualitas jurusan yang dituju? Apa yang membuat keberanian siswa untuk mengejar mimpinya sendiri menjadi sesuatu yang tidak terlalu diinginkan orangtua kebanyakan?
Sebagai anak yang selalu menentang keinginan atau persepsi orangtua demi mengejar apa yang gue dambakan, gue belum bisa mengerti kenapa kepatuhan jauh lebih berharga daripada kebahagiaan dan keikhlasan seorang anak untuk memilih sendiri jalan hidupnya. Patuh dan berbakti memang penting, tapi ada saatnya seorang anak harus mampu berdiri untuk dirinya sendiri. Apakah orangtua rela diseret kedalam kegagalan dan disalahkan ketika anaknya tidak bahagia demi mengikuti segala tuntutan mereka?
Satu hal lagi, gue sampai sekarang masih merasa geli setiap melihat birthday wishes termainstream dikalangan anak SMA Negeri, setidaknya SMA-SMA Negeri di kota gue, "Happy birthday ya! Semoga masuk PTN yang diinginkan!"
Sepanjang masa SMA gue, tidak terbersit keinginan masuk PTN. Kenapa berasumsi semua orang mengikuti apa yang masyarakat umumnya inginkan? Kenapa niat baiknya diselimuti ke'soktahu'an bahwa birthday girl atau birthday boy tersebut ingin masuk PTN kelak?
It's way too early for me to decide this, but if the situation would still be the same with what I have experienced now - I would never send my kids to PTN. Not with silly SNMPTN, SBMPTN and other admission tests system.
OMG kakk.. I just found this post pas nyari2 penghiburan gara2 sebulan ini stress banget ditekan harus masuk salah satu PTN terbaik cuma buat gengsi dari diri sendiri 😠makasih banyak ya kak, postingan kakak ngasih aku semangat baru
ReplyDeleteHalo, I am glad this was helpful :)
DeleteIkuti dan kejar mimpimu sendiri, tidak perlu ikut orang lain. Semangat terus!
Alira