Monday, July 13, 2015

Menanyakan Pertanyaan

Gue sebenernya seneng balesin email-email dan segala respon yang masuk karena honestly, hidup gue sebosan itu dan gue emang selalu dipercaya jadi tukang jawabin email diorganisasi berhubung gue lebih fast response dari sista-sista online shop. Tapi kadang gue kesel juga kalo ada yang nanya, "Kak kalo mau nanya-nanya boleh kan?"

Yak rasanya pengen bales 'Y' doang atau pake essay. Kenapa?

1. Gue publish email gue, biar mudah dikontak. Mau diendorse juga boleh sih, cuma anggap amal aja karena jangan-jangan orang malah ngeblock segala items yang gue promosiin karena males liat gue sebagai influencernya?! Anyway, tujuan dan maksud utamanya adalah karena gue appreciate setiap orang yang kontak gue. Artinya tulisan gue gak sampah-sampah amat sehingga menimbulkan pertanyaan, kontra, sanggahan atau mungkin resonate dengan pembaca

2. Kalo gak boleh nanya sih gampang, lu email gue pake essay 3 halaman pun gak akan gue bales. Tolong lah, ini email bukan SMS cari jodoh, "Boleh kenalan gak?"
To the point jangan muter-muter. Kontak kenapa, urusan apa, mengharap apa. Seserem-seremnya gue, toh gue gak akan gigit atau kejar lo direal life kan? I appreciate your respectfulness by asking me, "boleh nanya gak?" but you need to learn that I LOVE EFFICIENCY.

3. Kalo gak siap dibales jahat, tolong baca lagi self-claim gue. Gue galak. Gue didunia maya lebih baik daripada dunia nyata loh.

Kemudian pertanyaan-pertanyaan yang terlalu technical... I love that. It shows your curiosity. But kadang jadi nanya juga, apa yang sukses ditahun-tahun sebelumnya menanyakan pertanyaan yang sama? Kalo iya, berarti emang kurang jelas dong ya petunjuknya? Kalo enggak, kok bisa mereka sukses tanpa kebingungan yang berarti?

Terus yang nanyain email gue apa... Awalnya gue kira email gue emang susah dicari sampe akhirnya gue routinely get questions from readers. Nah kalo sekian orang itu bisa nemuin email gue diblog ini, kenapa ada yang masih nanya juga ya? Terus kalo nanyanya lewat komen, kenapa gak lewat Twitter atau Ask.Fm yang udah terpampang nyata?

YAK INI CUMA MIKIR KOK. Currently cara TERCEPAT kontak gue adalah via INSTAGRAM atau ASK.FM.

Kemudian pertanyaan fun... Nah ini jenis pertanyaan paling oke dan kadang bikin gue nulis essay tanpa diminta. Contohnya adalah pertanyaan-pertanyaan subjektif yang memang gak bisa ditanya ke Google atau komite KGSP seperti alasan kenapa ini kenapa itu, tantangan hidup, plus minus, survival tips dan lain-lainnya. Meski mungkin jawaban gue suka kepanjangan atau ngebosenin dan baca reply gue juga rasanya gak terlalu membantu karena jawabannya super subjektif, at least si penanya dapet perspektif tambahan. Gue juga kepo banget hal-hal kaya gini sebelum sampe sini. Semacam cari-cari tapi cari kemana? Tanya siapa? Aku cuma anak SMA biasa dari Bogor, tak tahu apa-apa dan siapa-siapa. I know that feeling.

Lalu berikutnya jenis pertanyaan yang pengen gue reject, pindahin ke folder sampah langsung. Yaitu "Boleh minta dokumen kakak tahun lalu gak?" dan semua pertanyaan yang superrrr obvious. Kenapa? Lu gimana mau survive kalo pake google aja kurang mahir? Terus soal dokumen, gila apa gue kasih data pribadi gue ke orang yang gak kenal? Toh gue udah jelasin semuanya secara garis besar dipost dokumen. TELL ME IF THE POST IS USELESS, gue delete aja apa?

Lastly, mari kita tutup post ini dengan hal yang positif. Gue mau memberikan apresiasi kepada semua orang yang baca curhatan, keluh kesah dan cerita hidup gue di blog ini. Gue menulis karena memang seneng dan kurang kerjaan. Gue menceritakan pengalaman gue karena gue pernah ada diposisi pengen tahu, tapi gak tahu tanya siapa. So, gue sangaaaat welcome jika memang ada hal-hal yang ingin diketahui lebih lanjut, apalagi untuk diskusi aktif where you actually voice out your perspective and opinions, jangan gue aja yang ngoceh hahaha. I am sure I have a loooot of things to learn from you guys.
Apresiasi tambahan dan terima kasih juga kepada yang sudah menanggapi, kirim email dan mengucapkan 'terima kasih'. It feels really great to be thanked. So now let me sincerely thank you for wasting few minutes of your time by reading this post until the end :)

Love,
Alira

4 comments:

  1. Serem ah Kak galak hahahaha just kidding

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya emang galak kok, hahaha. Sekalian 'warning' biar gak pada kaget digalakkin :)))

      Alira

      Delete
  2. Menurutku kakak gak galak2 amat sih, kalo aku diposisiin jd kakak jg aku bakal jadi galak, ditanyain pertanyaan yg sama, saran bagi yg mau nanya, komenan2 sebelumnya jg dibaca sapatau udh ada yg pernah nanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you pengertiannya! Bener banget :)
      Postsku memang all over the place tapi kalau nanya yang bisa di google atau terlalu teknis, kadang capek juga jawabnya :(

      Alira

      Delete