Monday, October 26, 2015

Warna Musim Gugur

Finally waktu yang tidak ditunggu-tunggu telah tiba. Temperatur mulai drop dan suhu rata-rata sudah dibawah 20 derajat saat pagi, dan belasan saat malam.

Tapi cuaca tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia untuk... Dangdutan!


Warna pertama musim gugur buat gue adalah merah putih solidaritas Indonesia. Jumat kemarin, baru saja digelar Indonesia-Korea Friendship Night yang konsepnya Pentas Kebersamaan. Diadakan di KBRI Seoul, ternyata massanya massive dan berdatangan dari berbagai sudut Korea. Terhitung ada lebih dari 400 orang yang hadir.


Lahan parkir disulap jadi panggung, garasi pun ikut terpakai karena memang butuh kapasitas besar. Makanan yang disiapkan juga tentu skalanya massive dan menu malam itu adalah Sate Ayam plus Indomie Bakso. Yay! Indonesia banget kan. Sayangnya kali ini kerupuk udang kesukaan gue absen, diganti kerupuk putih. Tetep mantap kok hehehe.

Sekedar info, KBRI merupakan salah satu Kedutaan terbesar di Korea dan tempatnya super strategis. KBRI juga super royal dalam undangan-undangan. Gue udah ga bisa ngitung berapa kali gue 'numpang' makan di KBRI hahaha. Ini nih salah satu pertimbangan tinggal di Seoul untuk calon pelajar Indonesia di Korea: dekat dengan KBRI, banyak acara, banyak makan-makan :9

post-event selfie with sista dan menteri kastrat 'cepat-bersahabat'
Acara malam itu super seru. Gak cuma pentas seni, ada doorprize juga dengan hadiah dari HP LG terbaru, tabungan BNI dengan isi gak tanggung-tanggung hingga tiket PP Seoul-Jakarta-Seoul. Meski ada satu hal yang gue benci: dingin.
Gue bantuin jaga meja pendaftaran tamu dan subhanallah, dinginnya ga nahan! Anginnya dahsyat dan bikin hidung meler. Alhasil balik-balik ingus gak berhenti ngalir, meski gue sudah berpakaian cukup tebal dan berlapis.

PERPIKA!
Seusai acara, foto-foto pun dimulai. Foto diatas gue upload ke berbagai sosial media gue (like multiple times) karena tumben-tumbennya jernih dan cantik semua. Kakak-kakak yang difoto adalah senior-senior di PERPIKA, organisasi pelajar Indonesia di Korea. Dimulai dari paling kiri, ada presidennya Mas Hilmy yang stay di Gwangju dan sering banget bolak-balik keliling-keliling Korea, lalu Kak Jusa yang berbatik sebagai sohib anak-anak S1 utara meski doi S2-S3 (sis satu ini mau berjiwa muda tampaknya), Kak Titus menteri gue yang super keren, Kak Anung yang entah berapa kali dikira kakak gue dan Kak Linda yang malam itu super hoki dapet LG terbaru.


Berlanjut ke kegiatan yang ber'warna' lain, ekskul jalan-jalan! Minggu lalu kita visit jalan cantik, Jeondonggil, yang ada ditengah kota Seoul. Cantik banget deh karena mulai musim gugur. Daunnya mulai kemerahan dan gak akan berlangsung lama. Sayang perginya sama segerombolan cewek-cewek Ewha bukan pacar hahahaha


Setiap ekskul jalan-jalan, gue selalu ready pegang tongsis dan begitu gue bilang 'Hey come come!" langsung lah terkumpul massa seperti diatas hahaha.


Soal photo spot, ada banyak titik cantik seperti di sebelah Habib House, di halaman gereja di ujung Jeondonggil dan di depan monumen mawar ini. Gue gapaham sih ini maksud bola bunga mawarnya apa, tapi ini salah satu spot paling catchy disitu.

my non-Asian gurls
Btw, trip kali ini sedikit berbeda karena gue nempel terus sama 'Onni' gue dari Uruguay, Analia (kanan gue). Biasanya Analia gabung dengan geng Amerika Latinnya karena Analia ini Latina sejati yang kadang suka berusaha mengubur jati diri dengan banyak jaim. Padahal orangnya asli asik banget dan gilak hahaha. Gue gak bisa berhenti godain dia dan meluk-meluk kalau di kelas. Kita lumayan deket padahal umurnya selisih 6 tahun muahaha.
Gak terlupa, Tugce, yang selalu strict dengan klaim "I am not Asian" disaat gue udah mulai bicara dalam style Bahasa Inggris yang nonsense buat dia hahaha

mencoba selfie romantis -_-
Tapi siapapun di ekskul jalan-jalan bisa bersatu dengan panggilan tongsis, "Hey come come!"

Lalu terakhir, warna dan rona yang benar-benar gak gue sangka. Seoul di malam hari!

berlatar malam Seoul
Gue menghabiskan malam minggu di Haneul Park yang letaknya super tinggi dan darisitu gue bisa melihat Seoul dimalam hari dari sisi lain, sisi pinggir kota yang damai dan sepi. Haneul Park minim lampu tapi langit yang cerah membuat jalan-jalan malam gue super memorable karena rasanya benar-benar damai dengan angin yang sejuk.

Setelah dari Haneul Park, gue duduk dipinggir Sungai Han dari sisi Nanji Park. Gak seperti Yeouido Park atau Hangang Park, Nanji Park benar-benar sepi dan damai. Lalu rasanya cuma di Nanji Park kita bisa duduk literally ditepi Sungai Han *meski sebenarnya gak boleh hahaha*

Gue seneng banget bisa lihat pemandangan malam Seoul dicuaca yang baik meski pulangnya gue... Flu makin parah.

Masih ada beberapa minggu sebelum musim dingin datang dan minggu ini gue bakal ke Nami Island untuk lihat warna musim gugur yang lebih cantik lagi :)

No comments:

Post a Comment