Gue rasa kalo gue ga sadar diri, post ini bisa jadi sepanjang jurnal ilmiah.
Mulai dari basicnya, SEALNet apaan sih kak? Gue udah sepenuh hati bikin post saat ngajak readers gue buat daftar ke Project 2016, so tolong baca ulang disini ya :* Kalo yang mau baca cerita lebih sentimental lagi, kenapa sih gue secinta itu sama SEALNet, baca post gue taun lalu disini.
So bermulai dari iseng tahun 2013 ikut SEALNet Youth Leadership Summit (YLS13) disaat gue belum pernah tau SEALNet itu apa, darimana, kredibel atau gak lalala; gue akhirnya stay sampe saat ini di SEALNet. Tiap tahun gue selalu do something bersama SEALNet. Tahun ini gue diajak untuk bantu-bantu di YLS16.
YLS itu adalah program yang rekrut anak-anak muda ASEAN yang mau jadi pemimpin buat komunitasnya melalui projek. Kita rekrut anak-anak yang capable untuk buat projek sosial. Projek sosialnya bermacam-macam, dari buat perpustakaan, bangun rumah, cari solusi masalah human trafficking dan lainnya. Kita kumpulin mereka selama seminggu di Singapore dengan jadwal yang superrr padat sampe ga ada waktu buat sekedar ke minimarket.
| Sesi pertama di YLS16 |
Teknis gimana daftarnya, kapan dan harus apa bukan disini tempat jawabnya. Kepoin aja FB pagenya. Di posting gue soal YLS15 juga udah dibahas dan yes, ini ga ada biaya pendaftaran/participation fee segala rupa tapi lo harus beli tiket sendiri ke Singapore dan lo harus fundraising $200 (taun depan bisa aja naik). Uang ini digunakan buat bikin YLS16. Kita bayar akomodasi dan segala keperluan lo pake uang ini. Nah, kalo lo nanya, bisa diwaiver apa gak? Jawabannya sederhana: enak aja bisa minta waiver sebelum usaha. Kalo lo punya masalah dengan fundraising, ngomongnya ke gue dan no, solusi yang gue tawarkan bukan waiver tapi kita cari bareng-bareng gimana biar bisa penuhin target.
Terus lo mungkin mikir, "Anjir jadi organisasi ngeselin banget"
Harus dicatat bahwa itu sih bukan organisasinya yang ngeselin, tapi Aliranya lah karena gue yang tanggung jawab soal keuangan tahun ini hahahahaha. :P:P:P
Fokus lagi.
Sedikit info, YLS16 berlangsung tanggal 25 Juni-2 Juni di Anderson Secondary School. Kalo lo kepo itu adanya dimana, di daerah Ang Mo Kio, yang minim mall atau tempat hura-hura. Jadi semua konsen ikut acara dan jadwal yang udah ditentukan.
Tahun ini gue gak bisa cerita dari sisi peserta. Tapi kalo gue bisa menggambarkan, YLS16 ini beda dari leadership training lain karena ada komitmen untuk mewujudkan aksi jadi nyata, temen yang lo temuin bukan sekedar orang-orang yang pintar dan haus pencapaian - tapi orang-orang yang peduli dan punya jiwa untuk melayani. Coba kalo semua cuma anak-anak yang haus pencapaian, lo beres kegiatan, balik kamar terus cerita-cerita soal hal-hal dangkal kaya eh di Indonesia makanan khasnya ini, kita tradisinya gini gitu lalala udah. Koneksi yang kita bangun lebih personal, nanyanya siapa lo, apa cerita lo dan bagaimana perjuangan lo. Disini lah acara nangis termehek-mehek biasanya terjadi.
Gimana caranya bisa bonding dengan baik?
![]() |
| Opening dinner! |
YLS16 temanya sustainable service leadership. Kita mau effort yang kita usahakan berbulan-bulan dan akhirnya kejadian selama 1 minggu ini sustainable dan orang ga balik ke tempat mereka masing-masing cuma dengan friends di Facebook, feel good, punya foto-foto dan saling like post, udah gitu aja. Kita mau mereka semua balik jadi siap untuk melakukan sesuatu.
Caranya banyak, salah satunya dengan menyebarkan apa yang kita lakukan didepan 800 anak SMP. Yes, you read that right, anak secondary school setara SMP. Team gue maju berlima dan bicara soal kegiatan kita didepan ratusan siswa, hal yang baru kita coba di YLS16. Harapannya, dari SMP mereka bisa berusaha buka mata dan sadar bahwa hidup punya arti lebih dari sekedar nilai dan ranking. Serve your community.
| James Lim, guest speaker yang santai dan superrr! |
Cara lain adalah dengan mengundang guest speaker keren. Keren disini rangenya banyak. Kita punya guest speaker yang levelnya adalah Duta Besar untuk PBB, atau inspirator seumur gue yang punya organisasi sendiri dan berhasil menghidupkan passionnya untuk berbuat lebih bagi masyarakat sampai mantan eksekutif yang memilih untuk kerja full time didunia sosial.
Highlight dari Heidy Quah, mahasiswa kelahiran 94 yang udah punya organisasi sosialnya sendiri Refugees for the Refugee, adalah ketika dia miris liat refugees di Malaysia ga punya akses ke pendidikan dan diperlakukan setengah manusia. Dia ga tinggal diam dan akhirnya ngumpulin dana untuk membiayai operasional sekolah untuk refugee sejak beberapa tahun lalu. Sampai akhirnya dia jadi 'ibu' buat para refugee itu dan menyaksikan betapa banyaaak banget kisah menyedihkan seperti kondisi hidup yang gak layak sampe pembunuhan anak kecil umur 8 tahun (iya, 8 tahun!). Cerita seperti ini yang bikin gue pengen bilang ke semua: banyak-banya bersyukur dan bantu orang lain biar bisa menikmati hidup seperti apa yang kita miliki.
Nah itu highlight eventnya. Kalau punya kuota dan waktu 8 menit untuk liat sepintas bonding YLS16, tonton videonya juga ya. (Tenang, muka gue cuma muncul di menit ke 2:04, sisanya semua tentang peserta :P HAHAHA)
Fun fact: gue kenalan sama Heng, yang bikin video ini, di Jakarta tahun 2014 pas dia dateng dari Kamboja buat ikut ASEAN event gitu. Turned out dia join SEALNet tahun 2015! Gue gatau, dan baru sadar pas dimention sama team Kamboja yang kaget kalo gue kenal Heng... SEALNet membuat dunia terasa semakin kecil, apalagi ASEAN.
Belum paham kenapa gue balik terus ke SEALNet?
Karena orangnya keren.
No, gue ga ngomongin keren-keren gila semacam foto diatas, perasaan keren bisa ketemu orang-orang dari berbagai negara terus share banyak hal menarik. No, kerennya jauh lebih dalam dari itu.
Karena SEALNet ngasih gue kesempatan bertransformasi dari clueless gatau apa-apa jadi ga bego-bego banget. Karena SEALNet invest banyaaaak banget ke gue, tanpa melihat siapa gue dan judge kemampuan gue. Mereka percaya dengan komitmen dan passion gue. Dan eventually, karena SEALNet membawa gue ke KGSP.
Lebih lanjut mengenai cerita gue dipost berikutnya :*

No comments:
Post a Comment