Sibuk, kata yang selalu jadi alasan.
Sibuk, kata yang gue denger lebih sering akhir-akhir ini.
Semester ini gue dikutuk temen-temen, dikata-katain sibuk. Gue bahkan terlalu capek untuk menyangkal dengan sopan dan biasanya cuma ngangguk, "Iya, emang sibuk banget"
Gue capek luar dalam, tapi gue juga bahagia inside out. Ini pilihan gue. Ini cara gue bersenang-senang. Ini jauh lebih baik daripada tiap hari mikir harus kemana, sama siapa dan ngapain. Semester ini, gue punya empat organisasi di Korea, satu ekskul dan masih belum termasuk komitmen gue di ASEAN.
Gue inget betapa kagetnya gue saat gue dikasih waktu satu bulan kemudian dari saat gue email dosen pembimbing gue. Gue inget gue nyeletuk dalam hati, "Bisa sesibuk apa manusia kalau ketemu sekitar setengah jam aja harus janjian 1 bulan sebelumnya?"
Tapi seminggu kemudian, gue menjadi orang yang sama.
No comments:
Post a Comment