Monday, October 30, 2017

UTS atau Ujian Hidup?

Periode midterm sudah berakhir tapi pikiran gue ga pernah ada dimidterm. Well meski sebenernya bukan berita baru kalo gue gak belajar, kali ini alasan kesibukan gue sangatlah berbeda. Gue udah bener-bener shutdown dari organisasi atau kegiatan volunteer tapi gue dihadapkan permasalahan yang tampak menyenangkan: fangirling.

Yak, gue gatau ini virus darimana, tahun 2015-2016 tampaknya gue ga pernah segininya. Gue emang suka nonton konser, tapi kan nonton konser ga butuh persiapan atau menyita waktu. Cuma yang bikin ga konsen adalah serbuan comeback grup dan penyanyi favorit bertubi-tubi. Timingnya salah. Salah banget.

Bukan rahasia kalo gue suka banget sama JJ Lin, Tiziano Ferro, Il Volo dan TVXQ (berlima sih sebenernya). Untuk yang performance-based, gue gila Hong Kwangho dan Kim Junsu. These two ga punya album by the way. Nah mari gue ceritakan kenapa tahun 2017 semester 2 bisa jadi bad dan good timing.

2015 adalah awal hidup baru gue di Korea dan permulaan dari awal wujud 'live your life to the fullest' (dalam konteks selama masih masuk aturan sponsor). Gue bebas nonton konser kapan saja di Korea dan for the very first time in my life, gue babat habis semua konser XIA dan musikal Kim Junsu saat itu. Tapi bahasa Korea masih mepet, jadi ga bisa gila-gila banget soalnya sumber informasi dalam bahasa inggris juga terbatas. Kemudian 2015 juga jadi kesempatan pertama dan terakhir gue untuk nonton konser TVXQ sebelum mereka masuk militer. Seperti yang gue ceritakan, dengan kekuatan doa, puasa dan segala pressure: gue berhasil tonton konser encore mereka di Seoul.

2015 gue sangat fun, tapi gue missed out Tiziano Ferro dan segala yang terjadi didunia luar untuk hidup baru ini. Berganti tahun, 2016 sangat dry untuk banyak alasan yang akan gue jelaskan. Cuma XIA dan Hong Kwangho penghibur hatiku~

Tiziano Ferro dan Il Volo bukan penyanyi Asia. Artinya mereka gak kejar setoran kalo soal album. Bikin album kalo niat aja. Tiziano Ferro juga udah kaya dan udah cukup idup, jadi shownya sejarang itu. Ga pernah muncul dimana-mana. Terakhir dia rilis album tahun 2016 tapi konsernya baru ada summer 2017. Inilah alasan gue ke Italia Juli lalu. Ini adalah bucket list gue: untuk nonton Tiziano Ferro live sebelum lulus kuliah. Tapi ga mudah, karena gue kelewatan konsernya di 2015 dan lu ga akan pernah tahu kapan konser berikutnya. Akhirnya semua penyesalan itu baru termaafkan setelah Il Mestiere Della Vita Tour. Konon, kita bisa lihat dia lagi 2020.

Lanjut ke mas-mas Italia ganteng, Il Volo, yang juga udah lama ga keluarin album original, terakhir Grande Amore itu tahun 2015. Sisanya mereka balik ke operatic pop dengan cover-cover orkestra. To be honest, gue ga segila itu sama Il Volo tahun lalu. Sampai akhirnya Eurovision 2017 mentrigger gue dan gue sadar gue missed out SANGAT banyak ditahun 2015, tahun dimana mereka jadi wakil Italia di Eurovision. Fangirling dimulai diawal tahun ini, berujung pada apply visa Italia dua kali agar bisa memenuhi kesempatan nonton konser Il Volo sekalian, ga cuma Tiziano Ferro bulan Juli lalu. Mereka sangat aktif disosial media dan fans internasionalnya banyak. Saat mereka tur, gue bangun tidur selalu nonton video-videonya. Tapi currently mereka beres persiapan album baru dan... Memasuki masa tenang. Tolong jangan ditrigger dulu.

Lanjut ke yang paling produktif, si Koko. JJ Lin rilis album tiap tahun kecuali tahun 2016. Tapi, tahun 2016 penampilan TVnya banyak, apalagi tiap minggu dia masuk Sound of My Dream, acara kontes nyanyi Cina gitu. Fans internasionalnya memang besar tapi ga banyak yang kasih English Sub sedangkan Bahasa Mandarin gue level jongkok. Jadi gue ga terlalu gila sama material dia. TAPI... Tahun 2017 awal dia lenyap ditelan bumi sampai akhirnya muncul video duet dengan Jay Chou (lalu ke trigger) dan kabar bahwa doi mau rilis album bulan Desember tahun ini. Duh...

Cuma the real factor ga konsennya terletak pada..... TVXQ.
Gue sebangga itu gue bisa catch konser terakhir mereka. 2016 terlalui tanpa banyak mengingat soal mereka, karena sebenernya gue terkesannya sama yang berlima. Eh tau-tau udah keluar militer dan LANGSUNG mulai aktif bulan September lalu. Boom! Langsung muncul disana-sini, variety show ini itu dan wara-wiri tour Jepang. Gue sejujurnya... Pusing. Tiap minggu keluar material variety show baru, disaat lagi sibuk ujian. Gak bisa kalo gak update :((((

Dan ternyata... comeback TVXQ menggelitik rasa semua rasa keingintahuan yang lebih dalam mengenai industry idol di Korea. Kenapa mereka bisa bertahan lama dan balik eksis di Jepang instan? Kenapa fans mereka loyal? Kenapa gue ikutan ketrigger dan gamau ketinggalan semua content mereka?

Keponya tiada akhir dan akhirnya gak konsen belajar, sibuk catch up material baru dari... TVXQ bukan kelas. Dari acara mereka, terus terinspirasi dan terhibur jadi crave buat more materials... More variety shows... More K-Drama. Subhanallah tiada akhir.

Sebenernya sekarang udah cool down dikit, manusianya udah caw ke Jepang, eh kok terbitlah urusan baru. JJ Lin segera comeback, Il Volo datang ke Asia dan Eric Chou bulan November ini konser di Taiwan. Aku harus apa?

Yak, sesungguhnya ini bukan dilema penting dalam hidup. Gue harus apply 4 visa sampe Desember ini, baru beres 1 masih sisa 3. Ini lebih penting. Atau gue harus inget gue punya 6 team project semester ini, orang lokal aja gamau punya lebih dari dua team project dalam satu semester. Sedangkan Alira punya E.N.A.M.

Disaat-saat seperti ini gue jadi bingung, prioritas hidup gue mudah sekali tergoyahkan entertainers? Jangan ditiru teman-teman.

1 comment: