Gue sangat beruntung bisa pulang dihari ulang tahun dan merayakannya bersama keluarga dan teman-teman yang berarti. 5 tahun lalu, gue merayakan ulang tahun ke 17 gue bersama teman-teman SD, SMP dan SMA. Ga terasa, 5 tahun berlalu dan gue masih bisa bertemu dengan wajah-wajah yang sama. Hal yang ga mudah dan harus disyukuri, karena pertemanan butuh dijaga (maintain) dan banyak hal terjadi dalam satu tahun terakhir, terutama faktor bahwa teman-teman gue banyaknya sudah kerja.
Tanggal 21 September 2018.
Bukan hari yang sibuk. Ga ada lilin atau kue ulang tahun juga. Dihari ini, gue bangun santai dan menjalani rutinitas lama seperti ke rumah sakit, kirim paket dan ke Jakarta untuk ketemu klien dan Princess. Gue gak overwhelm dengan pesan-pesan yang masuk. Semua berjalan seperti biasa.
Agenda spesial hari itu hanya makan malam fancy. Tapi gue juga ga super excited karena semua ide restoran gue direject dan hanya ikut apa kata Princess aja. Cuma dihari ini, gue ditunjukkan banyak cinta dan effort dari orang-orang yang gue sayangi, meski dalam konteks ulang tahun yang low key.
![]() |
| Orang tersulit hari itu |
Biggest appreciation tentu ditujukan ke nyokap gue. Malam sebelumnya kita baru sampai Bogor jam 11 malam dari bandara, karena doi jemput gue. Saat gue cari nyokap di bandara, gue nemuin dia ketiduran di kursi ruang tunggu karena capek langsung abis balik kantor (dan sekarang gue bisa lebih paham capeknya ngantor). Jam 12 dia masih bangun dan sempet ngucapin selamat ulang tahun ke gue.
Doi lagi-lagi punya kesabaran super buat dinner panjang hari itu. Begitu sampe mobil, langsung tepar. Tapi tidurnya ga bisa lama-lama karena jam setengah 2 doi harus packing karena jam 3 kurang kita berangkat ke bandara. Gue punya flight jam 5 dan dia punya flight jam 6. Kalo aja bukan karena flight gue, dia bisa tidur lebih 1 jam lagi. Gue bener-bener respek dan tersentuh dengan dedikasinya untuk membuat 30 jam gue di Indonesia worth every second of it. I did tell her that I am super happy with my very short visit this time but I don't know if she got how touched I am with HER effort?
Kali ini kita ga berantem. Ga ada komentar soal baju gue yang harusnya ga lolos sensor. Ga ada omelan soal jalan-jalan. Princess membuat hari gue super dengan caranya sendiri.
Apresiasi lain tentu untuk teman-teman gue yang ada saat dinner. Vanda dan Ghea, gue kenal mereka udah lebih dari separuh hidup gue. Terkesan dramatis padahal ngga sih. Lebih dari dinner, mereka juga nurutin keinginan gue buat jalan-jalan ke Singapur. Love you :)))
Tyas, gue ga expect Tyas bisa dateng. Gue udah siap direject lagi, udah siap nyesel nanya, but you never know. I guess you just really want to keep trying for the people you love? Despite all the possible heartbreaks, you just know you will be willing to go through it all over again.
Ero yang rela jauh bener dari Jatinangor di planet lain buat makan doang, nganter ke bandara dan kemudian balik lagi. Ga banyak hal yang bisa dia lakukan diwaktu yang sempit. Tapi gue tahu dia juga punya level of appreciation yang mirip dengan gue ke temen-temennya dan dia bisa nyempetin ketemu temennya di Bogor meski kurang dari sehari.
Yang ga terlihat tapi selalu dihati karena udah jadi bagian hidup gue: temen-temen di Korea. Gue menghabiskan 3 birthday di Korea dan 2016 adalah salah satu yang paling berkesan.
Gue bersyukur kali ini gue gak harus di Korea karena gue rasa Tuhan mencegah gue dari patah hati. Temen-temen gue banyak yang lagi ga di Seoul juga. Dibanding sensi dan sedih sendiri...
Oh, gue dapet kado dari Luluk, Vanda dan Ghea. Semuanya spesial dan menggambarkan kedekatan kita. Ghea kasih gue anting, sedangkan gue gak bisa pake anting. Yes, ini adalah gambaran pertemanan kita yang super low maintenance. Saking lownya sampe ga tau hahahaha. Berikutnya dari Luluk dan Vanda, sukses bikin gue ketawa. These two bitches know me too well.
Vanda 100% anak komunikasi dengan DIY-aliranismnya. Ini fix bakal nangkring di sebelah poster Bhutan kreasi Ilen tahun lalu. Doi bilang doi ga bisa lupa quote gue soal jalan-jalan sebagai prioritas. Gue rasa memang bener sih hahaha. Gue inget gue pernah punya foto ini tapi ga jelas kapan. Ternyata fotonya diambil dari tahun 2015 saat gue pulang untuk pertama kalinya setelah pindah ke Korea.
Luluk... Gue ketawa banget pas buka.
Gue rasa cuma Luluk, Ilen dan Bunga yang bisa paham referencenya.
Gue penggemar Swatch karena anaknya ngga anggun buat pake jam-jam yang terlalu cewe. Nah kenapa ketawa karena motifnya bunga-bunga. Gue emang ga suka motif polos untuk kebanyakan hal. Tapi ya ngga terus jam tangan jadi bunga-bunga juga sih...
Menurut pengakuan Luluk, dia bingung mau pilih yang bagus atau yang alira banget. Akhirnya dia pilih ini karena "lu kan orangnya unik Lir!"
Terima kasih Luluk yang selalu ingat aku di Bogor, di Depok, di Jakarta, beli kado di Medan, dan masih mau telepon dari Makassar. I tetep love you meski kamu ga ada tanggal 21.
All in all...
21 September kali ini terasa cepat dan ketimbang 'fun', gue lebih memilih kata blessed. Gue sampai ke titik yang jauh dari bayangan gue 4-5 tahun lalu. Blessed, karena gue masih memegang teguh prinsip gue, meski dengan jalan hidup yang super drama kalau dilihat dari SMA. Blessed, karena gue masih dan terus disayang Princess dan teman-teman. Blessed, karena gue yakin, Allah ga lupa sama gue.
21 September ke dua puluh dua kalinya dalam hidup gue, gue bersyukur dan senantiasa diingatkan betapa banyak anugrah yang gue terima dalam hidup sampai bisa pulang, bisa jalan-jalan dan bisa tinggal di Korea.
(Tulisan ini ditulis di Singapura dan diselesaikan di Bari, 2 Oktober 2018)




No comments:
Post a Comment