Orang-orang suka heran kenapa gue peduli dengan sosmed dan aktif bersosmed. Apakah karena gue suka popularitas? Apa karena uang gue ngalir dari sosmed?
Ga banyak yang tau, gue awalnya ngeblog, jauh sebelum gue mulai sosmed. Blog gue dah on sejak 2007 - lebih dari 11 tahun yang lalu. Isi dan motifnya sederhana, penyaluran kemarahan karena gue gak diperbolehkan menunjukkan emosi di rumah. Terlalu bahagia ketawa-ketawa salah, kalo nangis juga dimarahin. Yasudah, curahan hati masuk blog aja.
Sering gue bilang, blog cenderung jadi platform satu arah. Interaksinya super minim, karena yang komen dikit. Tapi gue tetep ngegas, karena motif dan tujuannya cenderung egois.
Lama kelamaan, terutama sejak SMP, blog jadi media gue menyalurkan opini terhadap isu populer. Pas SMA, blog mulai jadi sarana menyimpan kenangan dan berbagi informasi. Setelah di Korea, konten gue jadi cenderung padat informasi dan testimoni karena akhirnya gue menemukan fungsi utama blog: berbagi pengetahuan.
Gue pernah menjadi orang yang haus informasi, bolak balik google demi cari testimoni orang yang sudah punya pengalaman - bukan sekedar info page resmi. Gue tau susahnya dan betapa berartinya kesaksian orang yang punya pengalaman langsung. Ketika gue sudah layak menjadi "sumber informasi", gue pun merasa punya tanggung jawab untuk berbagi.
SEALNet, volunteer, KGSP, hidup di Korea, jalan-jalan gratis, kuliah di Korea... Konten seperti ini banyak di Youtube tapi susah digoogle. Gue lebih pilih blog atau media dengan kata seperti Twitter. Gue lebih bisa mengekspresikan diri lewat kata juga, bukan lisan.
Alasan kedua, gue pengen jauh dari asumsi. Masih nyambung sama tulisan gue sebelumnya, Be Authentic, gue pengen orang kenal gue sepenuhnya dari perjalanan dan perjuangan gue. Gausah berasumsi gue sampe Korea karena gue kaya, jenius atau apa. Jangan salah paham mengartikan background gue kak. Gue ga ada bedanya sama temen-temen yang lain, kadang gue punya informasi berlebih aja dan dapet kesempatan aneh-aneh karena anaknya terlalu kepo dan senggang.
Semua orang bisa dapet beasiswa ke Korea, mau kaya atau miskin, mau jenius atau nilainya B aja. Semua tergantung usaha dan sekeras apa mau coba.
Semua orang bisa ikut volunteer diluar negeri, kalo tau gimana daftarnya dan niat buat terus memperbaiki diri. That's it. Gue pengen semua anak Indonesia punya kesempatan yang sama, dan gue rasa blog paling pas karena infonya bakal bisa disimpen terus dan terdeteksi Google.
Untuk sosmed, kenapa gue rajin bener sosmedan? Ya motifnya sama. Gue pengen meluruskan asumsi dan berbagi informasi. Masyarakat Indonesia adanya disosmed, cara tercepat, termudah dan gratis ya berarti berkoar-koar (kata followers sih "teriak") disosmed. Gue sadar betul masalah rejeki dan resiko jadi persona non-anonymous disosmed. Gue pernah berpikir dalam-dalam untuk meninggalkan sosmed, tapi pada akhirnya gue merasa gue egois kalo gue menutup rejeki orang lain dengan ga berbagi informasi...
Which leads me to my main point: pernah mikir gak ketika ada orang/institusi yang investasi di lu, mau berupa uang/waktu/sumber daya lainnya, lu sebenernya seperti diberikan kekuatan dan pilihan. Kekuatan bisa berupa pengetahuan atau pengaruh sosial nih. Contohnya saat SEALNet pilih gue jadi project leader, atau saat pemerintah Korea kasih gue beasiswa. Gue diberikan "power" berupa kesempatan pengembangan diri, pengetahuan dan koneksi.
Nah dengan power tersebut, gue mendapat pilihan untuk menyimpan itu sendiri, jadi lebih maju, bisa jadi yang paling unggul sampe mungkin ga punya saingan - atau gue berbagi kekuatan yang gue dapet dan maju bersama orang lain tapi resikonya gue bisa disalip 'follower' atau mungkin gak dihargai sama sekali?
Gue pilih yang kedua. Gue berharap ketika ada siapapun yang investasi di gue (dalam bentuk apapun), mereka bisa melihat bahwa mereka ga hanya membantu dan membuat Alira lebih maju, tetapi juga memajukan komunitasnya. Gue akan senang kalo temen atau orang disekitar gue turut mendapatkan manfaat dari hal tersebut dan ga masalah ketika gue harus mengalah atau dikalahkan. Buat gue, rejeki sudah ada porsinya masing-masing dan yang terpenting: kebahagiaan gue bukan bersumber dari kemenangan atas sebuah persaingan.
Gue harap gue gak sendirian. Kalo ngga, apa bedanya society kita sama orang-orang yang ngebet masuk SKY dengan sikut sana sini untuk memajukan diri sendiri... #foodforthought
terimakasih karena sudah banyak berbagi kakk, semoga setiap jalan ke depannya dimudahkan ya ❤
ReplyDeleteSeriously, gw baru dapat org yang jadi sosok inspirasi gue selain pahlawan atau artis2 atau orang orang pinter macam Pa Habibie gitu. Iya elu kak Alira, thankyou!!! I love your writing btw.
ReplyDelete