Kerja
Usaha tidak mengkhianati hasil, setelah scrolling RATUSAN pages lowongan kerja diwebsite sekolah, gue punya beberapa pilihan kerjaan. Ada yang perusahaannya oke banget tapi jadwalnya ga cocok, ada yang kerjaannya menarik tapi chemistrynya ga dapet, ada yang super menggoda karena dibayarin pulang ke Indonesia tapi ga dibayar...Pertimbangannya banyak banget sebelum akhirnya gue memutuskan pekerjaan yang gue ambil: pembantu umum disebuah start-up.
Eh? Bingung? Muahaha. Gue suka tantangan dan summer ini, gue mau belajar berbagai hal yang gue ga familiar. Gue apply sebagai social media manager, tapi pengalaman gue dirasa ga mencukupi. Mereka cari native speaker English, tapi gue bukan. Apa terus gue ditolak begitu saja?
Otidak. Gue punya hal-hal lain yang menarik dan mereka sukai. Akhirnya gue pun ditawari jadi generalist dengan jadwal super flexible. Bukan flexible masuk kerja seenaknya, duduk-duduk di beanbag atau typical image startup pada umumnya. Tetep pake jam ngantor rutin, tapi mereka open untuk mengakomodasi jadwal gue dihari gue ga bisa ngantor. Semua responsif dan cukup santai. Ini deciding factor kenapa gue merasa cocok disana.
Gue jujur banget tentang rencana jangka panjang gue, kerjaan idaman gue yang harus fair dan ethical, skill, kelebihan sampe kekurangan gue. CEOnya sangat open dan menghargai jawaban gue, so semoga kerjaan gue dan startupnya bisa sukses!!!
Lomba dan jalan-jalan
Tim gue masuk sebagai finalis LG Global Challenger 2019! Lomba ini bentuknya ekspedisi keliling dunia (untuk orang Korea) dan keliling Korea (untung orang asing) selama 11 hari dengan tema yang kita pilih sendiri. 1 tim anggotanya harus 4 orang WNA semua atau orang Korea semua dari universitas yang sama, harus bisa bahasa Korea dan Inggris. Bahasa lain kaya Mandarin juga dianggap aset.![]() |
| Tim yang terpilih |
Super kompetitif karena lu bener-bener bebas ngajuin tema apapun dan budgetnya sangat flexible! Untuk jadi finalis, kita harus mengumpulkan proposal super panjang dan kalau lolos, diundang interview. Interview ala Korea ini ga bisa dianggep ringan ya. Orang-orang mau ngadepin juri udah kaya mau menghadap dosen penguji atau Pak CEO... Hasil akhirnya, ada 5 tim WNA yang kepilih dari gatau berapa banyak peserta (rasanya banyak banget dan keren-keren banget temanya). Fix jalan-jalannya, tapi masih ada hadiah utama cash lebih dari 35 juta rupiah, HP terbaru LG buat tiap member dan tawaran kerjaan di LG hanya untuk satu tim saja.
Isinya Hengyan dari Malaysia, Mbak Ilen dari (ngakunya) Bekasi, sama Eunhee dari Amerika. Kita beda angkatan, tapi cuma Yan yang jurusan arsitektur. Sisanya mahasiswa Korea University Business School. Tema yang kita pilih adalah Social Entreprenurship di Korea dari sudut pandang foreigners. Ilen adalah partner gue diskusi soal tema ini, karena dia pengen nyelametin kura-kura dan makhluk laut tanpa harus jadi charity, Yan semester ini punya projek arsitektur tentang social venture dan Eunhee adalah pendatang baru yang semangat belajar.
Kita ga terlalu picky soal latar belakang member. Banyak tim yang seleksi membernya sesuai skill, buat gue dan Ilen sih selama lu sincerely pengen belajar dan asik (aka ga princess), yuk kita gerak bareng.
Kita punya list panjang tempat-tempat yang akan kita kunjungi tapi bocorannya, kita bakal ke Seoul, Seongnam, Gwangju, Suncheon, Busan, Ulsan dan Jeju. AKHIRNYA KE JEJU YA gue udah 5 tahun keliling Korea, belum juga ke Jeju loh.
[UPDATE]
LOMBANYA NAMBAH!
Tiba-tiba gue mengikuti keinginan impulsive untuk menantang diri di 2019 SOCIAL VALUE RESEARCH COMPETITION. Team gue jadi finalis dan dapat hadiah 3 juta won. Masih ada grand prize berupa trip ke Washington atau California. Baru bakal berakhir bulan Oktober!
Haji
Haji tahun ini jatuh dimusim liburan dan sejak gue pindah ke Korea, ini udah jadi keinginan terbesar gue. Gue udah ngitung pas banget, gue gatau tahun depan gue ada dimana. Gue pengen pake kesempatan ini karena berangkat di Korea jauh lebih mudah dan nabungnya juga bisa dicapai.Diawal tahun, gue dikabarin oleh penyelenggara haji di Korea bahwa wanita single dibawah 45 tahun harus pergi sama Mahramnya tapi gue ga bisa, gue kan belum nikah dan ortu gue ga ada di Korea. Kalo dari Indonesia, gue harus antri dong...
Gue udah terima keputusan ini, sibuk cari rencana baru dengan scroll ratusan pages lowongan kerja diportal sekolah itu. Tapi puji Tuhan, dibulan April peraturannya diganti. Wanita diatas 20 tahun boleh berangkat sendiri. Bersyukur banget, niat dan mimpi gue dimudahkan. Gue langsung transfer biar ga kehilangan kesempatan lagi. Gue menolak semua kerjaan yang ga bisa akomodir jadwal haji gue. Haji adalah prioritas gue summer ini. Atau mungkin ditahun 2019 ini. Doakan aja semua lancar ya.
Terima kasih semuanya, tahun 2019 gue sejauh ini penuh berkah. Selamat liburan semuanya!


No comments:
Post a Comment