Sunday, December 1, 2019

Kaleidoskop Alira 2019

Gue jauh lebih jarang menulis blog ditahun 2019, tapi bukan berarti gue sudah berhenti mengenang berbagai pelajaran atau kisah penting dalam hidup gue melalui tulisan. Maka itu, tahun ini gue mau komit untuk menuliskan memori, berupa snapshots dan tulisan singkat, yang ingin gue bagikan dari tiap bulan ditahun 2019 selama bulan Desember.

Januari 2019


Gue mengawali tahun baru di landasan Kuala Lumpur International Airport, saat menunggu giliran terbang dari Kuala Lumpur ke Seoul. Gue harus mulai kerja tanggal 2 Januari disebuah institusi keuangan besar di Korea. That being said, my January was pretty much filled with work. But beyond work, I still got to enjoy winter in Korea. Many things happened in January. I learned a great life lesson and at some point, I had to think of my major life concern. But it was not all serious, as I got to travel each weekend with different friends.

First memory dari foto kiri atas, gue 'merayakan' hari cerah tanpa fine dust. Gue kerja dengan jendela besar yang menghadap Han River. Artinya, gue jadi dipaksa peka melihat cuaca tiap hari. Gue suffer sebulan, kirain karena gue aja yang lemah, tapi eh cuaca berpengaruh. Gue ternyata punya alergi dingin dan debu yang baru gue ketahui dibulan Maret. Selama ini ga sadar karena gue selalu berada diluar Korea tiap bulan Januari. It was hard because normal cough/cold meds did not work and doctors kept reading the wrong signs.

Foto kanan atas adalah selfie perpisahan diakhir masa kerja bersama manajer gue selama kerja. Gue banyak belajar, banyak ketawa (dalam ironi) dan banyak buat dia stress selama sebulan. Kerjaan yang gue lakukan saat itu bener-bener dunia baru, skala baru dan sistem baru. Super menyenangkan sih tapi suka menimbulkan 1001 pertanyaan. Nah highlightnya adalah gue merasa 95% pertanyaan gue dijawab dengan sangat fantastis oleh manajer gue ini. Dibudaya Korea, orang ga terlalu respek kejujuran atau blak-blakan, tapi mas manajernya sangat terbuka menjawab kekepoan gue, dan juga sangat peka terhadap 1001 larangan makan gue. I truly learned a lot from him in a very short time.

Foto kiri bawah adalah... My major life concern yang gue bawa kemana-mana setiap hari, setiap minggu, setiap bulan. Gue takut banget gatau mau kemana abis lulus, takut ga dapet kerja yang menerima gue apa adanya (dalam arti punya core values yang sama dengan gue). Setiap liat temple, gereja, masjid rasanya selalu mau memohon "Please give me good offer this year!"
Foto itu diambil di Hongcheon atau entah dimana, disaat gue lagi jalan-jalan liat hutan Narnia di Korea. Ternyata mampir temple yang indah, tapi mood gue bukan foto-foto, malah berdoa "Abis ini kerja ga ya?"

Foto kanan bawah adalah kenangan bersama Azka, temen KGSP yang harus pulang duluan. Gue happy banget Azka super reliable, menyenangkan dan selalu sigap. Itu sih yang terlihat difoto ya, sebenarnya ada banyak cerita dibalik perjalanan gue ke Suncheon itu. Dari mulai nginep di motel berkasur keras dan kamar mandinya transparan, sama-sama tepar sampe ga ada yang bisa bukain pintu buat Bondan yang dateng jam 2 pagi, dan masih banyak lagi serunya. Berhubung sekarang Azkanya sudah byebye hidup bahagia di Tangerang, gue bersyukur sempet jalan-jalan bareng.


Februari 2019

Highlight: Gue pulang buat Imlek, balik ke Korea beberapa hari dan kemudian jalan-jalan ke Eropa! Super sibuk keliling-keliling, rutenya juga aneh-aneh, tapi seneng. Sederhana sih, pas pulang bisa tidur di rumah sendiri (!) dan bisa ketemu guru-guru SMA bareng sama best friend SMA gue. Liburan ke Eropanya juga beda, karena kali ini rame-rame.

So gue langsung cabut ke Indonesia setelah selesai internship di Seoul. Niatnya mau Imlek dan ketemu temen-temen tapi waktunya lumayan sempit, 10 hari-an. Pas banget best friend gue yang kuliah di Taiwan, Ci Metta, lagi balik ke Indo. Sejak 2014, baru sekali deh kita baliknya barengan. Tapi biasanya pun gue dimana, dia dimana. Kali ini juga mirip, tapi karena masih sama-sama di Jabodetabek, kita sempet janjian buat ke SMA bareng. Semua guru masih inget kita "Yang suka nari" dan semua bertanya hal yang sama, "Di Korea sama di Taiwan masih nari ga?"

Ci Metta masih aktif Jaipongan, tapi gue sih udah pensiun huhuhu. Foto sama Ci Metta diambil beberapa jam sebelum gue pulang ke Korea di Emporium Pluit. Kita janjian sebentar sama temen-temen SMA kita yang lain juga. Yang lain udah pada kerja, tinggal gue dan Ci Metta yang masih kuliah.

Dua foto lainnya diambil di Athena (yang outdoor) dan di Roma (yang indoor). Gue ke Eropa total bertujuh tapi itinerarynya BEDA SEMUA. First of all, ada empat orang yang ambil flight Seoul-Hong Kong-Singapore-Roma. Terkesan kurang kerjaan? Emang. Ini karena gue ngide aja maunya naik maskapai tertentu karena service bagus tapi harganya saat itu murah. Dua orang lagi berangkat lewat China dengan kota tujuan berbeda. Satu lagi udah di Paris dariawal liburan. Kita rutenya beda karena minatnya beda. Baru ketemu di Athena (karena banyak yang pengen), dan lanjut ke Firenze, Napoli dan Roma.

Gue terbiasa ke Italia aja. Eh kali ini malah semua kemalangan terjadi di Italia. Biggest misfortune sih pas bandara Roma Ciampino ditutup disaat gue harusnya terbang ke Praha, terjebak diantara asap yang entah apa sampai harus menunggu 5 jam berdiri outdoor ditengah orang-orang yang cuma berbahasa Italia dan Spanyol. Dari sekian banyak reschedule, flight gue malah dicancel. Akhirnya gue nginep dua malam di Roma dan... main sama kucing.

Saat di Athena, semua membaik dan semua happy. Jalan-jalan bareng ternyata super nice uhuhu. Rame dan seru, apalagi ada Ridwan yang detail banget urusan plan itinerary. Gue juga ternyata suka banget sama Athena. Makanan best, harga murah-murah, dan orang ramah-ramah.

Dari Athena kita terbang ke Firenze lewat Bologna (karena murah). Moment di Italia tentu banyak yang indah karena Italy is loooooove Italia emang negara favorit gue. Tapi moment paling ga terduga adalah bisa ikut fansign Il Volo!!! OMG Fansign mereka super easy. Asal beli album dan antri, semua bisa fansign dijadwal yang telah ditentukan. Semua dapet foto bareng juga (plus gue minta sesama Il Volover buat videoin gue pas maju).

Seperti biasa, interaksi dengan Il Volo super menyenangkan, terutama dengan Ignazio. Best banget. Tentu gue selalu kangen Italia dan selalu ingin balik lagi. Soon! Untuk konser Tiziano Ferro!

Maret 2019

Puas liburan, hidup sekolah dimulai. Memori Maret gue dipenuhi tentang kuliah. Awalnya gue komit mau kuliah Senin dan Rabu aja. Tapi berkaca dengan future's plan gue, gue harus ambil kelas menulis. Kelas menulis ini adanya Selasa Kamis. Alhasil gue ke sekolah hampir tiap hari. It's okay, ternyata worth kok.

Disemester ini gue ambil kelas Corporate Governance yang isinya sebenernya bahas Chaebol 101. Segala konglomerat dikupas. Shock yang tidak bisa difoto dan diabadikan adalah saat gue secara random kebagian presentasi tentang boss besar gue dari kantor dimana gue intern dibulan Januari. Kebayang ga lu, buka materi kelas, isinya foto boss gue gede banget?

Anyway, sisi lainnya adalah... PEMILU.

Secara ajaib, gue jadi panitia PEMILU. Gue mulai sering bolak-balik KBRI buat lipat kertas surat suara dan logistik lainnya. Capek banget, apalagi rapat diadakan paling cepat jam 9 malam. Diwaktu yang sama, gue punya kewajiban di PERPIKA (persatuan pelajar WNI di Korea gitu) dan sedang mempersiapkan big project juga. Alhasil, schedule gue bisa begini: siang kelas, sore rapat dengan perusahaan, langsung disambut rapat dengan tim PERPIKA untuk follow up, malam ke KBRI untuk urus PEMILU dan kadang ngomongin project juga.

Foto dikiri adalah foto muka capek setelah rapat tiada henti, diambil kira-kira jam 10 malam, tapi gue baru selesai dan bisa pulang jam 1 malam. Foto disisi kanan adalah muka capek, kesel, pengen tidur gue di markas panitia pemilu.


APRIL 2019
(to be updated - lebih seru, banyak jalan-jalannya saking capek urus pemilu)

1 comment:

  1. I really like this article if there is a chance to play to our place Syair Togel

    ReplyDelete