Gue ga dibayar untuk nulis ini, murni review pribadi. Sejak gue kerja dari rumah, gue punya banyak waktu untuk eksplor banyak produk keuangan. Gue mencoba berbagai produk, ga cuma yang gue tulis doang. Kenapa? Kepo aja. Tapi kepanjangan kalo tulis semua. So kali ini gue tulis produk-produk yang gue suka aja. Kalau ga gue sebut, berarti ada faktor yang gue kurang nyaman untuk rekomendasikan ATAU gue emang belom coba.
1. Tabungan
Gue punya rekening biasa dan rekening dari bank yang daftarnya full digital. Kategori rekening konvensional, gue suka bank BCA karena seamless dan bisa connect kemana-mana (terutama dalam konteks pembuatan RDN/rekening saham secara online). A huge minus soal biaya bulanan dan biaya transfer antar rekening yang mayan mahal. Tapi kalau biaya ini bisa membuat gue (hampir) selalu nyaman saat visit ke bank dari soal antrian, product knowledge frontliner etc bisa deh direlain. Anggap aja biaya ini masuk buat inovasi layanan book antrian online dll.
Digital bank lagi rame banget. Bulan April gue pernah tanya di Instagram, pada pake akun digital dari bank apa sih?
Saat itu, gue pakai 2 yang besar. SO MANY THINGS HAPPENED IN A FEW MONTHS! Ada nama baru kaya neo+, allo, jago, blu by BCA Digital, Line Bank dan masih banyak lagi. Akhirnya sekarang gue merasa nyaman dengan tiga bank karena alasan yang berbeda-beda. Jenius terbaik buat transaksi-transaksi luar negeri (terutama offline transaction saat liburan) dan sejak beberapa waktu lalu gue suka pakai JeniusPay di kitabisa atau tokped, digibank by DBS buat gratis transfer ke luar negeri, lalu yang terakhir Jago buat kantong-kantong lucunya + koneksi ke bibit. Dari ketiganya, pendaftaran paling mudah di Jago, bonus juga paling banyak tanpa disangka-sangka ada aja cashback (soalnya paling baru kan yee). Paling susah DBS karena gue ga tinggal di Jakarta dan si DBS ga buka layanan di kota gue. Gue beneran harus nungguin jadwal ke Jakarta buat janjian verifikasi DBS.
Gue buka ketiga rekening diatas tanpa referral atau promo khusus, beneran tiba-tiba merasa tertarik karena salah satu fiturnya. Bermula dari gratis transfer jenius dan tabungan dollar, tapi ga sempet ikut era hype Jenius booth, karena masih tinggal diluar negeri. Lalu DBS karena butuh transfer ke luar negeri dengan mudah tapi mau cari yang termurah. Terakhir, Jago karena mau tau akun rekening rasa kakaopay (yang bisa nyambung langsung dengan berbagai merchant, sekarang baru bibit, gojek sih).
2. Asuransi
Sebagai WNI, gue bayar BPJS Kesehatan tiap bulan meski ga pernah pake. Nah gue merasa tetep butuh asuransi swasta dan siapin asuransi jiwa. Asuransi kesehatan swasta gue ikut kantor, providernya Generali. So far, good experience. Terima umum juga kok kalau memang lu cari opsi asuransi kesehatan swasta. Terpenting saat cari asuransi kesehatan swasta, pilihlah perusahaan yang keuangannya sehat. Lu daftar asuransi 1x tapi kemungkinan besar untuk SEUMUR HIDUP loh. Pastikan perusahaannya masih akan ada dan ga bangkrut sebelum lu dan generasi berikutnya meninggal. Generali sendiri namanya mungkin ga terlalu terkenal kalau di Indonesia, tapi cukup famous kalau di luar negeri. Ini perusahaan Italia dan cukup besar, ada produk yang cover seluruh dunia juga.
Untuk asuransi jiwa, gue punya yang serius dan yang berniat sosial. Gimana kok berniat sosial? Iya, berniat sosial karena uang pertanggungannya ga cuma buat keluarga tapi buat yayasan yang lu tunjuk juga. Jadi pas daftar, lu pilih premi perbulan, lihat berapa uang pertanggungan yang akan didapat, pilih ke lembaga mana lu ingin menyalurkan donasi atau wakaf, lalu bayar flat 5 tahun. Ini produk asuransi jiwa tradisional, sangat mudah dimengerti. Nanti saat tutup usia, uang pertanggungannya akan diberikan ke ahli waris dan yayasan yang lu tunjuk saat daftar. Produk ini preminya juga murah, mulai dari 20 ribu per bulan, daftar aja di akuberbagi.com yang sangat straighforward. Gue sih cukup percaya, karena juga dibawah Generali. Rasanya cocok buat temen-temen yang belom pede beli asuransi jiwa mahal-mahal atau emang berniat donasi/wakaf aja. Kekurangan? Lu mesti inget waktu bayar premi atau rajin cek email, karena reminder dan tagihan datangnya cuma via email.
3. Remittance/Kirim Uang
Kirim uang jadi salah satu hal yang penting kalo lu idup atau punya penghasilan di lebih dari satu negara. Dulu gue sering transaksi dari/ke US, Singapura. Kalo sekarang sih minimal sebulan sekali kirim atau terima uang dari Korea, terutama untuk bayar kartu kredit.
Nah, gue baru cobain Transfez buat kirim uang ke Korea, dan mungkin bakal cobain buat kirim uang ke US juga. Transfez ini layanan kirim uang ke luar negeri dari Indonesia ke luar negeri. Sistemnya lu mulai transaksi via app Transfez, input data penerima dan detail lain, lalu transfer besaran uang yang ingin dikirim dalam rupiah ke rekening dalam negeri mereka. Rate KRW/IDRnya cukup ok. Fee pengirimannya flat 74 ribu rupiah, berapapun jumlah pengiriman. Jadi mau kirim 1juta, 10juta, atau100juta pun biaya transaksi tetep 74ribu.
Limit pengiriman bakal berbeda-beda tiap negara, juga uang sampai di negara tujuan juga beda-beda waktunya. Pas gue coba kirim ke Korea kalo lancar, 7 menit aja nyampe, almost real-time. Biar lancar dan cepet, pastiin aja nomor HP penerima aktif, terverifikasi sesuai standar 본인인증 Korea dan ga ada salah data.
Dibanding bank, ini solusi keren karena cepet, fee transaksi flat, kurs juga flat. Kadang kalo via bank atau aplikasi kirim uang ke luar negeri yang lain, bisa beda rate dan beda fee tergantung nominal transaksi Cukup aman juga, karena gue liat di appnya sih sudah berizin Bank Indoneisa.
Kelebihan lainnya? Masih banyak promo, jadi bisa gratis biaya kirim! Caranya gampang, lu daftar aja terus bisa pake kode promo mereka. Bisa masukkin referral 'ALIRA' juga, tar dapet gratis biaya transaksi kirim deh. Dari 74 ribu jadi 0 - free.
Kalo bukan ke Korea, gimana? Yang jelas ga bakal ada cerita 본인인증 muahaha. Beda negara tujuan, bakal beda data yang diminta. Gue sih liat ke US tetep perlu alamat n routing number. Ke Singapura butuh data nationality penerima dana.
Kalau ada masalah gimana? Sesuai kearifan lokal, bisa hubungi CSnya langsung via Whatsapp (bisa langsung klik di appnya, gausah ngapalin nomornya). Responnya mayan cepet. Refund pun cukup gesit, ga berlama-lama. Ga perlu panik, urusan uang pasti sensitif kan. So far, memuaskan dan convenient (asal tau cara 본인인증 ya! Gw harus selalu emphasize, karena 본인인증, i-Pin adalah problem utama hidup buat foreigner)
4. Investasi
P2P - gue kaget karena P2P yang gue coba bisa rame banget dan rebutan kuotanya. Lalu katanya resiko 'rendah' karena diasuransikan. Cuma gue sendiri ga terlalu mendukung model bisnis P2P ini so ga ada layanan yang bisa gue rekomendasikan. Kalau cari review-review online, tahulah ya mana yang lumayan rame dan belom terdengar komplain aneh-aneh.
Crypto - gue coba beberapa aplikasi dan gue paling suka Pluang. Jual-beli sangat cepat, tapi emang pilihan sangat terbatas. Ga bisa book sell/buy, harus ngeliatin 24/7. Ga cocok kalo niat lu mau trading, tapi cukup baik buat swing. Oh pas jaman-jamannya lagi hype crypto, suka lagging buat buka apps. Referral programnya ga terlalu menarik, undian berhadiah mulai dari 15 ribu untuk tiap referral yang masuk + udah transaksi 1 juta gitu. Kalo lu mau cobain, referral gue ALIR922899
Kelebihan lainnya: free withdrawal dan lumayan cepet. Kalo nyangkut? CSnya 24 jam (udah pernah bermasalah jam 2 pagi).
Saham - gue investasi di 3 market, Indonesia, USA n Korea. Porsi USA n Korea hampir sama, ga terlalu besar. Porsi di Indonesia cukup besar.
Di Korea, setelah mencoba berbagai sekuritas, gue cuma puas dengan Shinhan Alpha karena pendaftarannya sangat simple. Fiturnya bagus banget sih, lengkap, tapi gue ga terbiasa aja dengan bahasa dan sistem pencarian emitennya. Baru ganti interface juga jadi makin kagok. Gue cuma pake fitur sell/buy, lihat chart aja. Bahkan gatau cara pasang stop loss.
Kalo lokasi lu di Korea, pergilah ke Shinhan International Center didaerah Jongno, Seoul. Atau di Yeouido. Gue lebih nyaman sama cabang Yeouido, tapi disana ga bisa Bahasa Inggris. Persyaratan? Standar buka rekening Korea, cukup kartu identitas aja. Ga harus punya bank account di Shinhan Bank kok, karena Korea ga pake RDN di bank umum, dana akan langsung ditampung disekuritasnya.
Untuk market USA, menurut gue yang paling accessible cuma GoTrade karena persyaratan yang sangat mudah. KTP, transfer via virtual account Indonesia, bonus kalau punya kartu debit/kredit untuk top-up pertama - that's it. Interface dibuat super plain, mudah dimengerti. Kekurangannya, fitur dibuat SANGAT simple, withdrawal juga ga bisa instan (ya wajar sih, di Indonesia pun T+2 kan). Jadi cocoknya buat invest gitu, bukan buat trading. Gue highly rekomen buat temen-temen yang pengen nyoba investasi dalam mata uang asing.
Tips GoTrade: Pakai kesempatan top up otomatisnya pas daftar, lalu top up via rekening apapun yang lu nyaman. No fee untuk top up (cuma kurs mahal dikit, tapi wajar). Lu tabung aja misal $20 buat nyoba-nyoba dulu. Lalu bisa komit lebih besar tiap bulan. Invitation code gue buat masuk 290851 (ga ada kode, harus 'nunggu' beberapa hari - jadi pilih yang instant ae). Gue udah bahas juga di Instagram
Nah kalau di Indonesia, gue udah pernah coba berbagai sekuritas. Awalnya gue stick sama 1 sekuritas sejak 2018, lalu ternyata ga memuaskan. Balik Indo, gue coba buka 2 akun sekuritas lain secara online. Lalu kemudian coba lebih banyak lagi, buat bandingin fiturnya. Kesimpulan akhir, kalo lu butuh akun dengan cepat untuk alasan apapun (misal kebelet mau beli saham tertentu), Indo Premier cukup oke. Tapi kalau cari yang interface *cukup baik*, fee murah dan CS paling menyenangkan karena accessible by email/whatsapp, gue suka KISI (nama appsnya KOINS Mobile). Kekurangannya? LAMA BANGET buat buka rekening. Lebih dari 2 minggu deh.
Kalo interface terbaik tapi CS ga terlalu menyenangkan dan feenya mahal? BCA Sekuritas.
Terakhir, gue juga aktif investasi di SBN dan reksadana. Untuk SBN, gue beli dari bank gue. Kalau reksadana, gue sukanya pakai bibit. Pilihan produknya bukan yang paling banyak, tapi menurut gue paling mudah buat pilih-pilih dan liat fund fact sheet. Updatenya juga timely. So far, good experience. Dia juga punya robo, buat rekomendasi produk ke user yang clueless atau belom bisa pilih sendiri. Gue baru 2021 pindah ke bibit, tadinya pake produk lain. Referral dia juga high tech banget bisa ganti-ganti ID sendiri hahahaha. Valuenya kecil sih, cuma 25k berbentuk reksadana obligasi. In case lu mau pake, ID referral gw 'aliralira'.
Nah sekian rekomendasi gue tanpa ada yang minta. Bisa berubah sewaktu-waktu, bisa tiba-tiba kesel sama produk yang disebutkan, atau tiba-tiba cinta sama produk baru. Semoga bermanfaat.




No comments:
Post a Comment