Monday, October 11, 2021

Twenty-Five: Bukan Album Adele

September udah lewat dengan banyak sekali hal yang harus disyukuri. #GiveBackSeptember cukup sukses (secara jumlah) dan gue menghabiskan banyak waktu berkualitas dengan teman-teman gue. Inilah beberapa hal yang ingin gue ingat dan syukuri untuk waktu yang lama.

Judulnya 25, karena September adalah birthday month gue.

Apakah September selalu jadi bulan yang gue nantikan atau bulan yang penuh hal-hal baik? Gak juga.

Quick throwback 10 tahun that no one asked for, but I clearly love to remember stuff in detail:
2020 banyak marah, kesel, lost, frustasi.
2019 beneran capek fisik karena harus balance antara sekolah, kerjaan dan perlombaan. Dapet kado setrikaan, setelah 4 tahun ga punya setrika (terakhir ada setrika tuh pas tinggal di asrama Ewha)
2018 aneh banget kaya jet-setter, bolak balik Korea-Indo dengan jadwal ga efisien karena banyak perubahan rencana. Ditengah-tengah sempet ke Singapura dan Italia juga, tapi ga sempet pulang ke rumah sendiri buat tuker koper dari baju summer ke baju musim gugur. Hari H di Jakarta, H+1 di Singapur.
2017 very good sih, soalnya sukses kuliah, kerja, fangirling badminton, liburan dalam bulan yang sama (the legendary Chuseok golden week!).
2016, 2015 masih masa-masa adjusting kehidupan baru. 2016 was cool. Inget banget, senior-senior gue book table panjang berasa hwesik di restoran ayam depan sekolah. 2015 mah fokusnya cuma belajar, belajar, belajar. Bahkan gue masih belom bisa delivery order.
2014 was one of the saddest year karena gagal adaptasi di kehidupan baru (thank you, Luluk for spending a day with me di salah satu departemen store). Strangely, I was in Bogor too often - I should not be. Gue bahkan bikin sad post betapa ga betahnya di universitas.
2013 gue menghabiskan banyak waktu di US,  balik-balik sibuk banget ujian susulan. Ga pake sweet-17 tapi bisa dinner bareng temen-temen SD, SMP, SMA. Gue suka perpaduan teman antar generasi sejak dulu.
2012 ga inget tapi setelah track back, ternyata gue sibuk konser pas hari-H ultah dan hari setelahnya, gue nonton konser SMTOWN 2012? Random banget. I strangely received SOOO MANY gifts and cakes dari temen SD, SMP, SMA. I think I had a very good September.
2011 - hehehe this was quite funny. Gue masih belum adjust di sekolah baru, jadi gue memilih buat merayakan ultah di halaman sekolah orang, sama temen-temen SMP yang lebih familiar. 

This is why I always try to write down things (sebelumnya menyimpan foto ga semudah sekarang, btw). I want to remember things in detail. I want to remind myself to always be grateful, always reflect on how far I have grown and developed.

Trip to Bandung

Gue punya tradisi Weekend Getaway di Korea sama Hengyan, temen Malaysia gue. Intinya, pergi ke luar kota lalu menghabiskan weekend disana. Ga ada agenda, agenda utamanya istirahat. 70% di kamar, 30% keliling-keliling atau aktivitas lain. Ga harus ke tempat wisata, ga harus makan makanan khas setempat. Beneran mau istirahat aja.

Cari partner yang punya style traveling sama itu ga mudah. Temen-temen gue masih muda, semangat dan pastinya kalo keluar uang, pengen dapet manfaat yang setimpal. Banyak yang ga paham ngapain ke luar kota terus banyakan tidur?

Waktu gue menemukan fakta kalo Yan punya gaya traveling yang sesantai gue, kita bersyukur banget. Tradisi jalan-jalan random ke luar kota tiap bulan pun dimulai bulan Juli 2020 dan berakhir Desember 2020 karena gue pergi ke Indonesia. Nah sejak itu, gue gak pernah lagi Weekend Getaway. The closest thing I did mungkin staycation di Jakarta, bulan Maret-Mei. Tapi Jakarta-Bogor sih ga terlalu ganti suasana.

Sampe akhirnya gue ke Bandung sama Luluk dan Vanda pertengahan September lalu. Gue no expectation, tapi siapa sangka ternyata Luluk dan Vanda juga santai banget urusan agenda. Asal makan enak, kita happy. Gue merasa bersyukur buat healing trip (this sounds very Korean) ini. 

tiba-tiba Kawah Ratu

Kamis-Jumat ga kemana-mana, gue dan Luluk kerja dengan laptop masing-masing di kamar. Sabtu jalan santai di dalam kota, dan ngerayain early birthday gue di kamar hotel dengan nuggets - sesuai permintaan. Minggu baru ke Lembang tanpa rencana sebelumnya mau kemana aja. Kita baru memutuskan pas udah di jalan. Senin pagi kita berangkat ke? Kantor. Iya, Vanda dan Luluk ngantor, gue pun ikutan kerja dari tempat makan di Jakarta.

Beberapa hal menyenangkan dari perjalanan ini:

- Quality time while we can. Tahun depan mungkin hampir mustahil.

Kita bakal punya chapter hidup baru yang berbeda-beda.

- Hearing my friends' honest thoughts on the most random things possible

Banyak banget komentar jujur dalam 5 hari itu. Dari Vanda yang 'kesel' karena dia dateng ke kamar yang no space (coz obviously barang gue berantakan dimana-mana), sampe komen-komen spontan untuk hal-hal kecil. Kaya Vanda yang kepikiran komen lagu trot Jjjiniya bakal bikin musisi klasik nangis lol. 
Best line dari Luluk saat perjalanan ke Bandung, "Lu kayanya bahagia banget ya kerja di perusahaan yang sekarang."
Wah. 1 kalimat sederhana ini bikin gue mikir banyak hal-hal baik. Luluk dan Vanda bukan orang pertama yang denger soal cerita, perasaan, tantangan gue saat di Korea. Gue biasanya akan cerita ke temen di Korea dulu, lalu ke temen internasional yang punya background pekerjaan mirip dengan gue, baru ke mereka. Now, Luluk dan Vanda harus mendengarkan cerita gue soal hal-hal paling random dan ga penting, dan gue lega banget bahwa kerjaan gue bawa vibe positif. Gue juga merasa bersyukur bahwa gue mengambil keputusan yang tepat untuk pilih perusahaan yang sekarang.

- Endless laugh and constantly being reminded that ini adalah salah satu hal terbaik dari berada di Indonesia

Percakapannya bisa masuk akal, bisa aneh-aneh. Gue termasuk orang yang bisa jujur ke semua orang terdekat gue (gak selektif atau reserved). Mereka berdua udah ada dari bertahun-tahun lalu(more than 13 years to be exact), sejak gue masih jauh lebih bodoh, lebih ga masuk akal dan lebih nyebelin dari saat ini. I only want good things to come our way, kesempatan untuk seneng-seneng bareng salah satunya. Gue tentu berharap bukan gue doang yang merasa happy.

- Lovely gifts that changed my life

Gue hampir selalu punya birthday gift request. Biasanya listnya cuma hal-hal sederhana ga masuk akal, atau kalo ga pengen apa-apa, jadi hal-hal mahal. Hal-hal sederhana tuh kaya keset IKEA murah (murah, tapi lu harus ke IKEA di luar kota), CD Musikal yang belinya harus antri offline (murah, tapi nyusahin) atau minta jasa cleaning service rumah. Hal-hal mahal? Liburan ke Bhutan atau Argentina.

honest review

rekomen kalo kepo biz school

Tahun ini gue request antara good desserts (baklava, canoli), buku, subscription ke paid service atau hair dryer. Vanda kasih gue buku The Visual MBA yang gue suka banget dan dah pengen dari lama, Luluk kasih gue hair dryer plus bonus berbagai aksesoris rambut, karena dia tau gue kekurangan iket rambut, teledor dimana cari jepitan plus ga punya bando. Small things, tapi beneran merubah dan memudahkan hidup gue.


Unexpected Gifts and Surprises

Gue ga ada perayaan khusus saat ulang tahun. Best part adalah Ilen, temen deket gue di KUBS, dateng jauh-jauh dari Jakarta Timur ke rumah! Ujan-ujan.

The effort is no joke. Tentu pake komentar "RUMAH LU JAUH BANGET" - seperti pengunjung-pengunjung ber-KTP bukan Kota/Kabupaten Bogor lainnya.


Terus ternyata geng Korea gue (Ilen, Bunga, Azka, Kya, Yan, Bondan) kasih gue cake dekor PEDANG ANGGAR dengan ucapan "dari Afengers" saking capeknya liat gue update Afengers alias team fencing sabre Korea yang menang medali emas di Tokyo 2020. Mereka nanya gue minta kado apa, karena kalo gue ga kasih request, mereka hampir beli pedang anggar beneran...

Creativity n gifts aside, gue bener-bener berterimakasih buat effort Ilen dan Kyana jauh-jauh dari Jakarta plus effort temen-temen gue koordinasi patungan/itung duit, karena mereka berenam ga segeng (ada gue aja ditengah-tengah), jadi ga bikin grup chat.


Constant Happiness from Variety Shows

Bulan September adalah bulannya gue keep up sama semua variety show yang mau gue tonton, tanpa penundaan. Bahkan masih sempet back track, masih bisa nontonin variety show dari 10 tahun lalu. Hidup free banget? Gak juga, tapi ini jadi 'reward' tiap abis belajar Mandarin. 

Sesuai tema, gue masih sibuk dengan Afengers dan team panahan. Lalu gue juga jadi keep up sama semua variety show 2PM, plus masih ngikutin beberapa variety classic yang gue suka.. Malah ninggalin MMTG dan Henry yang sibuk di China. Tiap minggu, ada aja bahan tontonan baru. (Honorable mention: uploadan fancam haram Musical Death Note versi 2015 - pake english subtitle pula?!)

Harus jujur, nonton variety show dan belajar Mandarin sama-sama bikin bahagia. Ga ada stress. Soalnya belajarnya pun cuma review ulang, bukan hal-hal baru (Spoiler: bulan Oktober ini baru gue stress karena banyak struktur grammar yang gue ga paham dan harus SOS call berkali-kali ke Hengyan).

Variety show jadi salah satu sumber kebahagiaan yang menurut gue baik, karena hampir no cost (ya bayar internet dan listrik?), bisa dicari kapan aja dan banyak belajar hal-hal baru. Ga baiknya sih kalo udah FOMO, pengen live streaming biar ga ketinggalan, atau jadi overthinking buat hal-hal aneh seperti bahasa yang digunakan, fashion castsnya atau sistem produksinya. Saking cukupnya sama variety, gue stop Netflix gue hahaha.


Bonus: Mooncake

Selama 2 minggu, gue ga berhenti makan mooncake. Serasa balas dendam, soalnya selama di Korea, gue kesulitan beli mooncake. Gue beneran harus order dari Indonesia, atau beli di Singapur kalau timingnya pas (yes, as in visit Singapur terus sekalian beli mooncake). Jadi karena tahun ini mudah, gue pesen berbagai merk dari seluruh Indonesia buat cari mooncake terenak versi gue. Tahun ini mooncake week juga bareng sama ultah gue, jadi tentu gue pilih mooncake dibanding cake. 

Pilihan terbaik? Yeee, susah-susah. Ternyata yang paling enak tetep mooncake vegan yang udah gue makan sejak 2011/2012. Langganan dari salah satu temen deket gue, Metta, yang emang vegan.

Terima kasih buat semua orang yang sudah mewarnai September gue. Semoga akan selalu ada lebih banyak hari-hari baik dan waktu berkualitas yang bisa dihabiskan dengan orang-orang yang gue sayang. Sekarang, tulisan ini mungkin sekedar recount untuk diri sendiri yang ditulis dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Tapi 5-10 tahun dari sekarang, pasti akan punya arti yang lebih dalam, seperti saat gue melihat tulisan gue dari 5-10 tahun lalu. =)

No comments:

Post a Comment