Akhir-akhir ini, kantor gue baru sibuk ngurusin KPI pegawai untuk tahun 2025.
Di bulan Agustus alias Q3. Telat banget.
Gue bertanya apa guna KPI ini? Gue mendapatkan jawaban kalau performance karyawan akan dinilai berdasarkan KPI. Kalau KPInya tidak tercapai, tidak naik gaji. Kalau KPInya tercapai, ada kemungkinan untuk adjustment. Satu kemungkinan outcome bersifat fix - tidak perform tidak naik gaji. Satu kemungkinan lagi variable, perform lah maka MUNGKIN naik gaji.
I found an interesting fact. Gue ga nyaman dengan variable dan jawaban diplomatis dalam situasi profesional. Gue memilih outcome yang sudah fix. Ga isi. Maka pasti tidak dinilai.
Setelah gue memutuskan untuk skip fase KPI ini, gue jauh lebih santai dan tenang dalam bekerja. Happy banget, karena udah tau gue bekerja murni untuk self-gain gue, bukan buat possible financial gain. Ini jauh lebih liberating daripada berusaha perform sebaik mungkin untuk sebuah kemungkinan, tapi ga ada yang dijanjikan juga.
Tentu bos gue tidak setuju dan merasa sangat sayang.
Well, I think I would rather prioritize my sanity over uncertainty.
No comments:
Post a Comment