Sebelum gue baca ulang berbagai post gue dari 10 tahun lalu, gue berusaha mengingat 'siapa' gue di tahun 2016.
Mahasiswa tahun pertama di KUBS. Pecinta kelas periode pertama, suka padetin jadwal. Struggle sama kelas-kelas accounting dan finance, masih beginner Bahasa Korea tapi udah berani ke Brazil buat jadi penerjemah di Rio Olympic 2016. Punya mimpi besar di ranah social entrepreneur, pengen kerja di bank setelah lulus. Suka volunteering dan berusaha menyisihkan banyak waktu untuk volunteering.
Seberapa banyak dari identitas itu masih sama?
10 tahun setelahnya...
Gue udah bukan mahasiswa. Gue masih suka padetin jadwal. Ternyata, masih struggle sama accounting dan finance. Sudah berusaha, kayanya emang bukan my strongest point aja. Udah ga pengen kerja di bank, tapi ternyata tetep sama industrinya, tetep konsisten WHYnya. Masih suka volunteering, tapi ga banyak punya waktu untuk volunteering.
Apa yang terjadi setelah 10 tahun?
Banyak dari mimpi sudah jadi kenyataan. Mimpi keliling dunia bener-bener dah terwujud. Saat gue menulis ini, gue gak punya wishlist negara lagi. Semua tempat yang gue pikirkan di tahun 2016 sudah tercapai, apalagi bolak balik ke Italia, yang saat itu rasanya masih sangat sulit atau hampir ga mungkin.
Mimpi fangirling di 2016 cukup sederhana. Ternyata, 10 tahun terakhir gue bisa menonton semua artis favorit gue, bahkan lebih dari yang gue rencanakan. Di 2016 mau ticketing pake berbagai amalan sunnah dulu, 2026 lebih legawa. Dapet ok, ga dapet yaudah, toh udah pernah.
Mimpi bekerja di perusahaan internasional punya banyak plot twist. Ternyata gue lama bekerja untuk perusahaan Italia, negara idaman. Ternyata gue bisa hidup super mobile, bolak-balik dinas. Dulu kepikirannya hanya sesekali aja pasti udah happy. Dulu juga terpikir mau kerja jadi nomad. Ternyata gue dapet kesempatan untuk mencoba, gue ga terlalu happy.
Realita apa yang berbeda dari mimpi?
Mimpi pengen jadi agent of change sih ga tercapai. Idup gue biasa-biasa aja. Ga ada aspek menonjol yang bisa jadi contoh atau panutan.
Mimpi lari dari Jakarta juga akhirnya hilang. Gue saat ini tinggal dan bekerja dari tempat yang dulu terasa jauh dan ga menarik.
Mimpi atau gambaran di 2026 udah settle bersama keluarga juga ga terealisasi. Ternyata gue sibuk sekali dengan karir dan jalan-jalan. Peruntungan ketemu prospek pasangan baik dalam 10 tahun terakhir ga secerah peruntungan pekerjaan yang bisa dibilang penuh blessings.
Pada akhirnya, refleksi 10 tahun ini mengingatkan gue bahwa gue sedang menghidupi hari-hari penuh hal yang gue idam-idamkan. Hari-hari yang gue jalani sekarang pernah gue doakan dan perjuangkan. I am more than blessed.
No comments:
Post a Comment