Tuesday, February 28, 2012

Tutut Si Bintang Masa Kini

Beberapa minggu terakhir ini, gue rajin browsing dan bahkan hidup dengan 3 ekor tutut. Sebenernya ini tugas biologi sih, tapi seru juga ternyata. Meski harus mengorbankan nyawa seekor tutut... Lol
Alasan gue milih tutut dari awal tugas adalah karena Mollusca jarang dibahas dan tiap hari gue ngelewatin banyak gerobak tutut... Jadi kayanya ga susah dan riil objeknya ^^

Orang Bogor harusnya akrab sama tipe gerobak yang satu ini... Yippie! Tutut! Awal mulanya booming di sekitar Taman Yasmin-Cijahe, dan sekarang kemanapun kayanya ada deh...
Kalo belum pernah nyobain tapi penasaran sama bentuknya, ini dia sajian Tutut yang entah pake bumbu apa ^^
3000 aja kok semangkok. Kecuali Tutut addict, rasanya seporsi pun puas.

Masih ada yang belum kenal sama Tutut? Yuk kenalan~
Di Jawa Tengah/Timur mungkin Tutut lebih beken dengan nama "kraca". Kalo nama Indonesianya sendiri sih keong sawah atau siput air. Nama ilmiahnya? Nah, ini masih bingung. Sebenernya gue gatau -_- Hasil googling menunjukkan Tutut ini kemungkinan bernama ilmiah Pila ampullacea atau Bellamya javanica.
Pila ampullacea
Bellamya javanica
Katanya, perbedaan dari Pila dan Bellamya itu bentuknya. Kalau bellamya, bentuknya cenderung mengerucut sedangkan Pila bentuknya lebih membulat. Tutut bermarga Bellamya umunnya hidup di air bersih dan jernih, rawa-rawa, sawah, pinggir danau, pinggir kali atau air-air yang berarus lamban.


Kenapa sih tutut bikin penasaran? Padahal kan dari sawah, jorok~
Konon, banyak yang penasaran karena promosi mulut ke mulut yang belum terbukti secara ilmiah bahwa tutut membantu menyembuhkan penyakit kuning dan liver. Well, akhirnya di setiap spanduk pedagang tutut, mereka selalu mencantumkan khasiat. Make sense karena orang-orang rasionalis kaya Ibu gue pasti ga bakal mau nyobain kalo tau itu keong sawah, dan beralasan banyak makanan lain yang lebih enak dan bersih... Tapi kalo berkhasiat sama? Mungkin ada tapi ga bakal semurah tutut B-)


Lihat, ini kandungan si keong. Airnya cukup banyak yaa... Mungkin karena habitatnya, lol.
Proteinnya juga banyak. Mungkin bakal jadi inovasi terbaru kelak yaitu menjadikan tutut sebagai sumber protein buat para bocah yang sedang tumbuh, selain dari telur atau daging yang mahal itu huahaha.
Btw gue rasa, kalo buat orang-orang kreatif, possible deh cangkang tutut dijadiin bahan lukisan pengganti kulit telur kaya yang tenar beberapa tahun terakhir ini...


Meskipun berprotein tinggi, wikipedia mengingatkan untuk tetap berhati-hati karena katanya keong sawah merupakan inang bagi parasit ditubuhnya. Selain itu, mungkin aja tutut mengandung pestisida karena tempat hidupnya yang disawah itu ^^


Ngomong-ngomong soal sawah, temen gue Luluk, yang udah nyobain tutut bilang kalo rasa tutut tuh sama aja sih kaya sate/kikil gitu, tapi begitu ditelen jadi amis-amis rasa sawah gitu (gue gatau rasa sawah kaya gimana, berair n sedikit rasa rumput-rumput kali ya?). Kalo penasaran, coba tanya langsung sama Luluk^^


Tutut termasuk Mollusca atau hewan bertulang lunak. Ciri-ciri mollusca antara lain ga punya tulang belakang, organ ekskresinya ginjal, bersifat heterotrof, bagian tubuh yang terdiri dari kaki, massa viseral dan mantel.
Kaki ini berfungsi untuk merayap (pada kelas gastropoda, kakinya itu yaa perut) atau menggali. Ada juga yang termodifikasi sebagai alat penangkap mangsa. Kalo massa viseral itu bagian tubuh mollusca yang lunak (meskipun arti mollusca sendiri hewan bertubuh lunak, tapi mereka punya cangkang juga kan terkadang?), massa viseral itu kumpulan sebagian besar organ tubuh seperti organ ekskresi, reproduksi dan pernafasan. Yang terakhir, Mantel. Mantel itu berupa rongga tempat pertukaran udara dan berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi dan anus. Selain itu mantel mengekskresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca yang bercangkang (lapisan mutiara).


Ini penjelasan soal MASSA VISCERAL
By the way gue belum ngebahas soal ciri-ciri tutut -_- 
Dilihat dari gambar tutut dipiring yang ada diatas dan berdasarkan pengamatan gue, tutut ini ukurannya ga besar (tutut bukan escargot! ga sejumbo itu^^). Panjangnya cuma 3-6cm, warnanya hijau kecoklatan (gelap, butek), punya rongga sebagai tempat keluar dia, cangkang ga terlalu keras kaya kerang (semacam cangkang bekicot lah, kalo diinjek ancur), suka merayap di dasar wadah (waktu itu wadah tutut eksperimen gue plastik bening), dan kalo mati dia ngambang, ga akan keluar dari cangkang.


Makanan si tutut ini tumbuhan. Mengingat ukurannya, mungkin sisa-sisa tumbuhan dan zat-zat yang ngapung di air kali yaa. Eksperimen dari beberapa siswa SMPN 1 Laren, Lamongan menghasilkan penemuan bahwa tutut suka daun pepaya. Kalo mau berburu tutut dengan mudah, taruh aja daun pepaya di tempat-tempat yang diyakini banyak tututnya pas malem hari, lalu lihat keesokannya daun tersebut sudah penuh dengan gerombolan tutut ^^ Belum gue coba sih berhubung di sekitar rumah gue gada tempat yang gue yakini sebagai sarang tutut....


Sebenernya gue penasaran sih sama rasa tutut. Tapi entah kenapa belum punya mental buat nyobain, baru seneng ngamatinnya aja ^^
anatomi siput buat yang penasaran

Semoga bermanfaat :D


4 comments:

  1. Perkenalkan Kaa, saya Octa Linda mahasiswi Univ. Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalsel. Kaa kalau boleh, saya bisa minta daftar pustaka yang komposisi gizi keong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm sorry, ga nyimpen. itu dapet dari internet btw. hehe.

      Delete