UN, seperti hal-hal lain dalam hidup, adalah pilihan.
Karena pilihan gue masuk SMA Regina Pacis Bogor, gue sekarang harus merasakan horor UN.
Karena gue melawan saran dari seluruh guru, teman dan keluarga, gue sekarang harus mati-matian mencapai nilai 9.
Karena memilih untuk percaya kata hati, gue sekarang harus realistis terhadap kemampuan diri sendiri.
Karena gue kurang update, gue masih duduk disini - dikelas 12 SMA, bukannya transfer ke negara mana biar gak perlu UN untuk lulus.
Di SMA Regina Pacis Bogor, gue tahu bagaimana membuat banyak ketidakmungkinan menjadi sebuah kenyataan dan merasakan tempat yang ideal; sesuatu yang sebelumnya dianggap nonsense.
Ini adalah awal dari catatan dan kenangan syukur gue selama berada di SMA Regina Pacis Bogor.
Hari-hari Awal.
No comments:
Post a Comment