Monday, March 31, 2014

Horror D-14 UN

Gak kerasa tinggal 14 hari lagi sekolah. Gue harusnya khawatir, atau gue memang harus khawatir.

UN, seperti hal-hal lain dalam hidup, adalah pilihan.

Karena pilihan gue masuk SMA Regina Pacis Bogor, gue sekarang harus merasakan horor UN.
Karena gue melawan saran dari seluruh guru, teman dan keluarga, gue sekarang harus mati-matian mencapai nilai 9.
Karena memilih untuk percaya kata hati, gue sekarang harus realistis terhadap kemampuan diri sendiri.
Karena gue kurang update, gue masih duduk disini - dikelas 12 SMA, bukannya transfer ke negara mana biar gak perlu UN untuk lulus.

Pada intinya, semua terjadi karena gue ada di SMA Regina Pacis Bogor, bukan tempat lain, suatu fakta yang tidak akan pernah gue sesali dan gue hargai seumur hidup. Disini gue belajar banyak hal, bukan sekedar menerima tetapi juga menyadari, menemukan dan memberi. Di SMA ini, gue tidak cuma mendapat pendidikan formal tetapi juga bertemu banyak sosok fenomenal dan inspirasional serta belajar tentang kehidupan yang ideal.

Di SMA Regina Pacis Bogor, gue tahu bagaimana membuat banyak ketidakmungkinan menjadi sebuah kenyataan dan merasakan tempat yang ideal; sesuatu yang sebelumnya dianggap nonsense.


Ini adalah awal dari catatan dan kenangan syukur gue selama berada di SMA Regina Pacis Bogor.

Hari-hari Awal.

No comments:

Post a Comment