Awalnya agenda BFM cuma rapat dan Hari Kumpul Buku. Gue pikir sih cuma itu terus annual project tapi ternyata engga dan sangat seru karena sejak Oktober diadakan Sekolah Berjalan atau Sekber. Apa sih sekber ini?
Sekber itu acara bermain sambil belajar yang ditujukan untuk anak-anak SD atau TPQ di area yang masih kurang minat bacanya. Di sekber perdana 2014/2015, sekber diadakan di SD Jambon 2 yang super lovely karena halamannya luas dan dikelilingi sawah padahal letaknya cuma 5 menit dari JCM! Metode sekber ada berbagai macam, tapi secara umum sih dibagi ke 4 pos dan 4 kelompok berdasarkan kelas. Peserta sekber adalah kelas 3, 4, 5, 6. Awalnya gue super skeptic karena ngira 1 kelompok bakal besar banget kan seangkatan. Ternyata salah.
1 Angkatan kurang dari 25. Bahkan di SDN Semoyo, Kelas 6nya cuma 11 orang. Maafin aku yang SDnya sekelas 53 orang x 3 kelas... Bahkan sekarang jadi 40 x 4 atau 5 kelas per angkatan. Segitu SDnya kecil dan gratis karena negeri. #proudalumni
Sekber perdana, gue jaga pos "Tubuh Manusia". Jadi nanti si kelompok-kelompok itu bergantian visit pos gue dan gue akan mengajak mereka bermain lalu menjelaskan materinya. Tiap pos beda metode permainannya jadi adik-adiknya ga akan bosan.
Sekber kedua baru dilaksanain 2 hari lalu di SDN Semoyo, Pathuk, Gunung Kidul. I was super excited because we, geng Edukasi 2014/2015, made everything from scratch. Dari bikin modul pengajaran, survey tempat, bikin alat ajar dan conduct sekbernya. Baru deh kerasa feels "community"nya.
![]() |
| di jalan |
Gak seperti biasanya, gue gak bawa motor untuk ke tempat sekber. Gue baru jatoh dari motor dan konvoi level BFM itu level pro. Gue nebeng Ketua Divisi Edukasi, Kak Isa, yang hari itu sialnya lagi balapan sama kakak yang lain. Astaga pro beneran deh, celah sesempit apapun, jalan seterjal apapun hajar dan salip! Gue bersyukur sekali karena ternyata Gunung Kidul itu super jauh dan banyak truk plus bis dijalannya.
![]() |
| jalan menuju SD Semoyo |
SD ini tuh Kodim Pathuk ke kanan, ke arah Jurug Taman Sari. For the first time, gue belajar kalo Jurug itu sama dengan Curug alias air terjun. Hahaha awalnya gue kira tulisannya Jurig.
Jalanannya super sepi dan super jauh. Sepi. Literally gak ada kendaraan lain yang lewat selain rombongan BFM sejak belok di Kodim.
![]() |
| arah menuju jurug yang ga ada airnya |
Sampe di SDnya... Kaget.
Halamannya kecil dan ga ada pager. Udah lama gue gak nemu SD yang kaya gini, dulu ada sih di Kebon Pedes, Bogor tapi udah di relokasi. Anyway, murid-murid sudah menunggu dengan semangat dan siswinya cantik-cantik banget model baju dan kerudungnya! Mayoritas pake kerudung sih, kelas 6 semuanya pake kerudung.
Gue ditugaskan jadi pemandu kelas 6 dan hampir ngemis tuker sama kelas 3 aja abisnya ada anak berkaos Superman Is Dead yang keliatannya songong banget gitu. Setiap kita ngomong, dia tanggepin dan bales. Huft.
Bener aja, begitu kita masuk kelas dan mau bikin yel-yel, dia usul yel-yelnya pake lagu Superman Is Dead.
Shooooo.
Adek itu ternyata namanya Daru. Dia bercita-cita jadi aktor. Aktor idolanya Vino G. Bastian, kalo di luar negeri idolanya Sharukh Khan. Kata Daru, dia gak mau jadi aktor FTV maunya aktor film ternama karena kalo FTV gak ngetop.Visioner kan.
Post pertama, kelompok Daru menang. Daru ini super excited ternyata dan bisa diatur. Tapi di post kedua, kekacauan mulai terjadi. Kelompoknya kalah dan dia menyalahkan teman setimnya yang super pintar, Ali. Bahkan Daru sempet bilang, "Oalah Li... Maksud'ne ki opo? Ngidam opo seh makmu ben gowo kowe?"
Gila lo anak SD ngomongnya udah nanyain Ibu lu ngidam apa kayanya kok kasar banget.
Beruntung di post ketiga dan keempat, Daru kembali menang karena bantuan Ali yang cerdas. Di post keempat, Daru mengejutkan gue karena dia sangat mengerti pentingnya menjaga lingkungan, kenapa gak boleh pake pukat harimau etc.
Beres keliling post, waktunya istirahat sebelum pulang. Mereka dapet snack dari BFM dan kemudian diminta buang sampah ditempatnya. Simple dan rewarding kan. Eh si Daru yang baru dipuji malah dengan enaknya buang sampah di depan sekolah sambil bilang, "wes sini ae lah sing cedhak"
Sebel.
Sebelum dilanjut ke games (Daru pasti menang kalo urusan kek gini) dan penutupan, kakak volunteer sempat bercengkrama dengan adek-adeknya. Mereka semua mayoritas berbahasa Jawa dan ngomong Bahasa Indonesia cuma ke volunteer. Disini gue jadi gak bisa melihat kenapa Bahasa Jawa harus dijadikan pelajaran di sekolah ketika Bahasa Ibunya memang sudah Bahasa Jawa?
Gue juga sempet masuk ke kelas dan mikir betapa enaknya sekolah disini.
Beneran small sized class dengan prasarana/sarana memadai. Gak pake harkos macem sekolah negeri papan atas.
Setelah games dan membubarkan para siswa, BFM mengadakan evaluasi yang dipimpin oleh Kak Isa. Gak lama, kita langsung cabut meninggalkan SDN Semoyo. Say goodbye dulu sama Bapak-bapak di poster ini. Murid disitu pun gatau ini siapa.
Gue nebeng lagi dan degdegan lagi karena gue baru merhatiin Kak Isa bahkan bisa ngobrol sama gue sambil bawa motor dengan 1 tangan. Tangan kirinya memperagakan gesture sesuai obrolan kita. Gils. Gue mau banget skill kaya gitu HAHAHA.
So far, BFM is very enjoyable. Gue belom bisa bilang BFM is my home, my community, where I belong to gitu sih. Gue masih sering mangkir dan memprioritaskan hal-hal lain dibanding rapat tapi I like it. I don't plan on quitting but I can't see my future contributions here either.
Fun facts ikut BFM:
- Discover Yogya, ini valuable banget karena gue jadi tau banyak daerah yang pastinya si Tyas, sebagai sesama perantau dari Bogor, gatau. Seru banget meski sekarang lagi menghindari bawa motor dengan level dewa kek kakak-kakak di BFM hahahaha.
- Network dan kenal mahasiswa dari univ lain. Ini sangat penting buat gue karena gue merasa lingkungan kelas/jurusan/fakultas gue terlalu sempit dan eksklusif.
- Kegilaan perantau. BFM banyak yang berasal dari luar Yogya bahkan luar Pulau Jawa. Somehow tetep ada Bahasa Jawa disana-sini tapi entah kenapa bondingnya makin seru karena diverse
- Berkutat dengan anak kecil, bukan buku. Ini unexpected dan gue masih mengkategorikan diri gue terhadap 'musuh anak kecil'; gue suka mereka tapi mereka gak suka gue. Eh ternyata so far manageable kok. Challenging pastinya karena pikiran dan cara pandang gue sering kali terlalu picik dan complicated. Anak kecil membantu gue jadi lebih baik dan simple.
- Feeling loved. Ini serius lebay, tapi banyak advantage sebagai salah satu member termuda dan teraneh (dibilang sosialita banget lah, princess lah karena pake dress panjang cepean dari Buti yang nyeret lantai sama legging motif bunga-bunga dengan kutek 3 warna). Gue merasa komunitas ini gak judgemental dan sangat mengakomodir. Gue gak kontribusi apa-apa tapi selalu dirangkul. Gue juga bisa ber-aegyo ria sebagai excuses tapi tetap dicintai karena emang kadang gue terlalu clueless dan gak fokus HAHAHA.







hallo, salam kenal Alira,
ReplyDeletesaya Ollyvia dari Manado hehe aku sempat gak sengaja baca ttg beasiswa KGSP, kmu lulus untuk yang undergraduate kan ya?
boleh nanya dan share informasi utk pengisian surat rekomendasi gak? kan di lmbar rekomendasi ada tabel tabel dengan persenan masing-masing hehe saya sih ingin mendaftar yang untuk program master/S2 tapi untuk pengisian formulir untuk S1 dan S2 beda beda tipis kan ya hehehe
thanks before, :)
www.somethingrealserious.blogspot.com
Hi Kak!
ReplyDeleteBoleh-boleh. Mungkin bisa langsung email aku? Good luck!
halo kak alira! aku dari bogor. sekarang di serpong. pengen banget ikut komunitas tapi takut kak. gimana cara mengatasinya?
ReplyDeletehalo Caeli!
Deletekomunitas tuh tempatnya orang-orang yang sangat terbuka & mau berbuat lebih untuk societynya kok, kenapa harus takut? biar lebih rasional mungkin di list ketakutannya terus dibandingin sama benefitnya :D