Sunday, January 31, 2021

Perubahan Resolusi untuk 2021

Udah 31 Januari tapi gue belum tulis resolusi atau surat untuk diri sendiri, ga seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak faktor, setelah dipikir-pikir mungkin karena 2021 gue masuk ke reflection mode dan mau berusaha hidup in the moment, setelah 10 tahun lebih (terhitung sejak kelas 9 SMP) selalu berusaha untuk penuh strategi dan berada dalam survival mode. Saat itu, fokus gue adalah mau lari dari sekolah negeri. Lalu gue harus berpikir kemana dan bagaimana. Harus plan, setelah masuk sekolah swasta terus apa?

Masuk SMA idaman, penuh planning 3 tahun mau punya prestasi apa? Mau punya 'senjata' apa buat masuk kuliah? Pas awal masuk ditahun 2011, mana kepikiran mau pake strategi Jaipongan. Survival gue saat itu adalah matematika - eh tapi ternyata relatively bego dibanding temen-temen lain. Pake 'organisasi', eh ternyata ga bisa kerja bareng OSIS. Bahasa Inggris? Waduh, ternyata Singlish gue totally unacceptable buat guru Bahasa Inggris gue saat itu. Jadilah gue ke ranah yang belum terjamah siapapun: Jaipongan.

Apa prestasi Jaipongan cukup buat masuk kuliah? Ya engga. Apalagi skill gue juga sebenernya jelek, cuma terlihat bagus karena ga ada saingan. Jadi tetep harus ada plan A, B, C ini mau ngapain. Beruntung ditengah jalan ketemu organisasi internasional dan bisa excel solely dengan soft skill baru gue. Selesai urusan survival? Tidak. Ada 'masalah' lain soal penghasilan dan soal pilihan kampus yang bersebrangan sama orang tua.

Lulus SMA, masuk ke kampus yang gue pilih setengah hati - karena gue ga punya uang untuk bayar sendiri, jadi harus ikut kemauan sponsor kan. Sesuai prediksi, beneran ga betah dan sibuk atur strategi baru lagi. Akhirnya sampai ke Korea. Di Korea, 5 tahun pertama sebagai anak KGSP memang nyaman karena hidup terjamin - formula dasarnya kan belajar bahasa yang bener lalu masuk kuliah dan belajar yang rajin, niscaya akan sukses. Kalo ga rajin, tetep sama sih rewardnya uang bulanan sekian ratus ribu won, periode juga 5 tahun. Tapi gue sibuk mikirin what's next? 5 tahun diisi seperti apa biar tahun ke 6, 7, 8 dan seterusnya sukses sesuai keinginan? Terciptalah rencana isi SKS dan liburan SETIAP SEMESTER dari awal masuk kuliah sampe lulus. Kapan intern, kapan ke Italia, kapan keliling ASEAN, kapan Haji dah bener-bener terjadwal. Ga mulus, tapi semua pake planning.

Lulus kuliah, selalu sibuk mikirin path to my life goal. Mau dari job seperti apa? Kalau ambil offer yang ini, jadi lebih deket ke life goal gue gak? Kalo offer yang itu, pengorbanannya apa? Sanggup ga?


Ini berlangsung terus menerus, sampai akhirnya gue lupa untuk hidup in the moment. Planning dan melihat jauuuuuh ke depan itu langkah yang baik & ga salah. Tapi gue suka lupa sama opportunity costsnya.

Nah, maka dari itu gue menghabiskan waktu dibulan Januari untuk explore banyak hal baru dan passion lama: apa sih yang selalu bikin gue semangat, seneng, dan merasa fulfilled meski jalannya ga mulus?

Belum ada jawaban absolute diluar impact investing, social entrepreneurship & financial literacy yang temanya masih terlalu broad. Unexpectedly gue menemukan kesenangan tersendiri belajar bahasa & planning. So gue memutuskan untuk ambil small steps dengan komit ke beberapa kebiasaan baik harian seperti konsisten belajar bahasa, konsisten olahraga & minum air, serta belajar 1 hal baru yang akan gue coba selama 1 bulan. Kalo ga happy, move on. Cari hal baru.

Gue mau challenge diri gue buat bisa ambil HSK 3 sebelum Juli, CILS 1 ditahun ini. Sertifikatnya ga penting, tapi bukti bahwa gue konsisten & hasilnya terukur itulah yang memotivasi. Selain itu gue punya goal bisa masuk BMI ideal (25) ditahun 2021 ini. Gue harus mengurangi 25% dari berat badan gue dibulan Januari (sejak punya timbangan) dan pastinya bakal jadi loooooong journey. 
Yang terakhir, gue mau lebih konsisten berbagi konten. Mungkin coba-coba platform atau approach baru juga, we'll see. Berbagi disini konteksnya ga cuma sharing, prosesnya kan dimulai dari gue belajar duluan biar bisa sharing. Jadi artinya? Learn more.

So yes, apa resolusimu tahun ini?

No comments:

Post a Comment