Tuesday, January 20, 2015

Post-Announcement Thoughts

Gue berharap gue bisa membuat cerita ini dramatis dengan bilang, "As soon as I got the scholarship confirmation, I decided to hop on the next plane to Taipei and set my mind free before being threatened with thousands of vocabularies that I have to memorize."

Ya tapi gak gitu sih. Gue udah bermimpi ke Taiwan sejak gue kenal JJ Lin di awal 2013 dan gue super excited bahkan ketika hanya transit kurang dari 1 jam di Taipei saat perjalanan pulang dari Tokyo di awal Juli 2013. Kesempatannya baru tiba sekarang dan gue bener-bener setuju dengan slogan "Taiwan, Touch Your Heart"

But this is not going to be a travelogue-post lah. I'll save it for next time. Ini hanya renungan singkat bagaimana gue hanya punya 1 bulan setelah pulang dari Taiwan untuk mempersiapkan kepindahan gue. I thought it'll be freakin easy semacam pindah dari Bogor ke Yogya. Gue lupa kalo durasi flightnya aja 6x lipat.

Suddenly the reality hits me. Gue gak bisa berhenti memikirkan bagaimana gue akan mengalami kehidupan yang sama seperti Metta, guide terbaik dan teman terbaik yang sedang struggling untuk bertahan dengan pelajaran Bahasa Mandarin (with Traditional Hanzi) di Taiwan. Gue gak tau ini intuisi atau logika, gue merasa gue akan struggle juga dengan kepindahan gue dan pelajaran bahasa.


Kemudian gue juga belum siap secara timing. Gue cuma pulang selama 5 hari sebelum gue berangkat ke Manado. Lalu gue harus balik lagi ke Yogya dan mungkin ke Amerika lagi. Setelah itu, gue hanya pure punya waktu 1 minggu sebelum pindah. Biasanya gue sangat santai mengenai traveling dan malah excited untuk bisa pergi ke banyak tempat dan constantly moving tapi kali ini gue sadar mungkin ini kesempatan terakhir traveling di Indonesia.

Suddenly I don't wanna travel and wish to just stay at home.

Rasanya belum siap kalau harus gak ketemu Luluk dan Vanda lebih dari 6 bulan. Belum mau ninggalin kegilaan bersama Tyas. Terus kemudian jadi mellow dan pengen menikmati company dari temen-temen aja di Bogor. But in the other side, gue mau nikmatin kesempatan traveling terakhir kali. Jadi gimana dong? :(

I guess I will find myself contemplating and reflecting nonstop since now on.

Maaf bahasanya super campur aduk. Gue pusing mencerna hanzi-hanzi yang bertebaran dimana-mana di Taiwan.

3 comments:

  1. Boleh nanya kan?
    Kira2 tahu lolos atau tidaknya berkas data untuk interview bagaimana?
    Setelah interview disuruh apa aja?
    Oh iya medical check up kira2 mahal gak kak?
    Kira2 abis berapa ya buat medical check up?
    Medical check up tu diprint dlu atau ngasih versi doc ke dokternya?
    Abis pengumuman ini apa masih ada hal yang diurus ke kedutaan kak?
    Mohon dijawab ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,
      Applicant KGSP-U yang lolos berkasnya akan dikontak langsung. Kalau tidak, biasanya tidak akan dikontak. Web Kedutaan akan update mengenai hal ini.
      Setelah interview ikuti proses yang ada di dokumen (see the application guide ya). Medcheck gak kok. aku dibawah sejuta.
      Print dong, jadi dokternya bisa langsung tulis tangan.
      yes, harus proaktif mengurus visa post-announcement.

      hope this helps.
      alira

      Delete
  2. Boleh nanya kan?
    Kira2 tahu lolos atau tidaknya berkas data untuk interview bagaimana?
    Setelah interview disuruh apa aja?
    Oh iya medical check up kira2 mahal gak kak?
    Kira2 nedical check up abis berapa?
    Medical check up tu diprint dlu atau ngasih versi doc ke dokternya?
    Abis pengumuman ini apa masih ada hal yang diurus ke kedutaan kak?
    Mohon dijawab ya kak?

    ReplyDelete