Gue udah kebal dengan capek hati dan mental karena maybe that's what I need to go through everyday? HAHA. Cuma dibulan Mei, ada beberapa saat yang gue masuk kamar dan ga bisa ngapa-ngapain selain terkapar di kasur. Gue gatau kenapa, gue gak main aktivitas fisik atau apa... Maybe college (here) is just naturally exhausting. Jangan khawatir, seperti interview eksklusif untuk sekolah gue disini, hidup gue masih berputar dilingkaran yang sama. Jalan-jalan dan volunteer haha.
So I went through a lot in just a month. Ada ujian statistik yang bikin gue gila, ada weekend jualan indomie yang capeknya wow, ada business trip ke Busan, ada acara ketemu Presiden dan ada juga daily story dengan roommate gue yang lovely dan sama gilanya sama gue. Tapi semua hal membuat gue makin bersyukur sih bahwa gue tinggal di Korea, bukan di negara lain.
Karena salah satu benefit tinggal di Korea adalah ketemu Presiden Jokowi.
Diadakan di Lotte Hotel, salah satu hotel chain paling atas di Seoul, meet and greet Presiden ini rasanya mewah banget. Bayangin aja, gimana gak mewah, venuenya udah atas, pake ngundang banyak bintang tamu dari Jakarta pula. Gue gak kebayang berapa ratus juta atau milyar duit negara kepake buat... Meet and greet dengan Presiden.
Semua tampil rapi, tapi mungkin gue keliatan udah kaya apaan tau karena gue meeting dari siang hari. Gue batikan dengan sandal jepit sebelum akhirnya gue ganti disana haha.
| Miss Kety |
Acara dimulai dengan banyak pertunjukkan dari group TKI dan pelajar sebelum akhirnya Kikan X Kotak masuk. Kedutaan mana lagi yang mau mensponsori Malam KeIndonesiaan sebesar ini?
Semua benar-benar bisa dinikmati sampai akhirnya... Presiden mulai masuk.
Semua orang excited menunggu siapa yang datang lewat pintu. Awalnya duduk, tapi gak berapa lama kemudian, Presiden Jokowi masuk dan semua orang terlewat bersemangat dan situasi pecah. Semua mau salaman dengan Presiden Jokowi.
See the video. Kalo dipikir-pikir, mau foto sama Presiden sih masih logis, Presiden gitu. Kalo salaman doang, ngapain sih?
Tapi itu lah the power of Presiden Jokowi. Beliau begitu humble dan approachable, sehingga orang rela datang jauh-jauh untuk sekedar 'bertemu'. Gue hampir gak dateng karena harusnya gue pegang job dihari yang sama dan gue harus kerja ke Busan pagi-pagi hari berikutnya. Tapi melihat situasi seperti ini, baru terpikir lagi, "Ini loh Presiden kita, yang merakyat dan dicintai rakyat"
Agenda berikutnya adalah pidato dan tanya jawab dengan Presiden. No bullshit no crap. Meski itu prepared speech, sama sekali gak bosan dan relatable. Pidatonya tentang Indonesia dan progressnya, bukan Presiden dan menteri-menterinya atau isu-isu yang lebih egosentris lainnya. Siapa yang ga mau dengar tentang perkembangan terakhir tanah air - langsung dari Presiden kita?
Gue bukan orang yang nasionalis maupun simpatisan Pak Jokowi, tapi melihat bagaimana beliau berinteraksi dengan langsung dengan masyarakat I can't help but to feel proud. Gue bangga bahwa orang yang merepresentasikan kita, warga Indonesia, adalah orang yang kompeten. Gue bangga bahwa karakteristik kesederhanaan dan friendly orang Indonesia benar-benar tercermin di Presiden Jokowi.
Lead by example
Gue percaya banget dengan ini dan gue melihat betapa menteri-menteri Presiden Jokowi juga 'dipaksa' menjadi merakyat dan sederhana. Gue mungkin terlalu muda dan naif, tapi apa lo bisa bayangin situasi menteri-menteri yang gak sok eksklusif dan mau menjawab pertanyaan rakyat secara langsung on the spot sampai meladeni permintaan foto dengan sabar diera Presiden lain? Apa mau Presiden sebelumnya diajak selfie diajak salaman? Yang ada pengamanan super ketat dan super distant.
Sebelum malam bertemu Jokowi, I took everything for granted. I know he is a great man, but I did not realise his overflowing charisma. Gue tau beliau suka blusukan, tapi gue gatau seberapa precious blusukan itu. Kesederhanaan tidak membuat orang jadi lebih rendah, malah lebih tinggi derajatnya.
see the distance? the guard?
| see the difference? |
"You were this close with your President?! Oh my God, maybe only in next life my country's President could be like this"
Dan berbagai reaksi lainnya yang menunjukkan betapa baiknya Presiden kita kali ini, pencitraan atau bukan. Gue diingatkan bahwa lowering down your guard is not a usual thing. It takes a personality to do so.
Gue mungkin masih komplain soal susahnya urus visa kemana-mana dengan paspor hijau kita, tapi one thing for sure: gue bangga jadi orang Indonesia dan punya presiden seperti Presiden Jokowi.

No comments:
Post a Comment