A quick life update that I want to remember.
Gue sibuk banget sepanjang bulan November, fokus gue terpecah antara kerjaan kantor dan persiapan major plan 2024. Gue gak bisa total nyiapin big plan buat 2024. Disamping itu, ada beberapa teman dekat yang ditimpa kabar buruk karirnya. They reached out for help, dan tentu gue mau bantu sebisa gue. Cuma ternyata masalahnya berat, jadi ga bisa selesai dalam hitungan hari. Ada kalanya gue gak bisa diganggu atau merasa terganggu.
Gue intensely curhat sama Hengyan setiap gue merasa fokus gue terpecah.
Gue tau gue harus prioritasin diri sendiri dulu, tapi it is not easy.
Gue maunya tutup telinga dari kabar buruk teman-teman gue, but they mean more than my career.
Talking about career, gue sudah 2x sesi mentoring bersama boss gue di kantor. Gue sangat bersyukur dan appreciate gue punya direct boss yang peduli dengan potensi dan pengembangan team membernya. Boss gue berpikir in a way yang mudah gue pahami. Decision yang boss gue ambil makes sense buat gue. Gue juga mayoritas setuju dengan approachnya. Boss gue kali ini mungkin gak hands on (what I thought I needed), tapi definitely berimpact positif untuk development gue, karena gue gak merasa ditinggalkan.
Ada banyak poin utama yang gue dan beliau sampaikan (I am glad we could make it two-ways). Hal yang paling mendalam adalah soal legacy. We both think of what kind of legacy we want to leave in our career. Ini sangat penting buat gue, karena gue pengen perkembangan diri gue sustainable. Bukan yang melejit sekali lalu redup. Bukan juga bersinar sendiri, tapi sambil menginjak-nginjak orang lain. I am happy to know that my boss cares about her legacy too.
Berikutnya naming my potential. I know my strengths and honestly, I want to only focus on my strengths. Tapi weaknesses gue ga bisa ditinggalin juga kan. Gue bersyukur boss gue support ini dan tahu betul apa strengths gue saat ini. Beliau juga punya plan untuk gue, bukan asal utilize. Bukan palugada.
Lastly, chance for promotion. Chancenya gelap. Not in the near future. Tentu ada rasa kecewa that things are not going as (how I ) planned, tapi reason dan plannya bisa diterima. I am actually glad I knew it very early. Gue jadi bisa berpikir apa contingency plan gue, dan juga plan untuk bekerja lebih baik lagi.
Hal terdekat dalam rencana gue adalah bisa berprogress dalam karir dan bisa upskill. Hopefully rencana besar ini bisa tercapai semua di tahun 2024. Jujur, prosesnya sangaaaaaat melelahkan. That's why I wrote this entry now, so in the future gue bisa ingat kalau perjalanan menggapainya itu gak mudah.
No comments:
Post a Comment